FALLING

6 Mar

FALLING

 

Tags     : Ficlet

Genre   : Romance

Cast     : (Masih) belum ditentukan

**Inspiration from Teuk-So Couple edisi 4 Maret 2012

 

“Sudah 100 hari sejak kita menikah, tapi sejauh ini kemajuan kita hanya sebatas bergandengan tangan dan berpelukan saja…,” ujar seorang pria berusia 30 tahun sembari memainkan garpu di tangannya. Samar-samar dari balik lagu mellow romantis yang mengalun pelan, terdengar suara garpu dan piring milik pria itu yang saling beradu. Ting ting ting. Dengan wajah yang memerah karena menahan malu, bak seekor kepiting rebus yang baru masak, dia memandangi piring berisi beef spageti miliknya.

 

“Jadi… kau menginginkan yang lebih daripada itu?” tukas seorang gadis yang duduk tepat di depan pria tersebut. Matanya sama sekali tak memandang sosok makhluk hidup yang berada di hadapannya itu. Aura dingin menyelimuti gadis berambut ikal gelombang sebahu yang sedang sibuk menyingkirkan potongan bawang bombay dari makanannya.

 

Pria berjas rapi dengan dasi abu-abu yang melilit rapi kerahnya itu sontak terkejut mendengar jawaban dari gadis yang kini berstatus istrinya tersebut. Dia melirik gadis itu dengan setengah menggoda seraya berkata, “Kau serius tidak mau berciuman denganku?”

 

Tak ada jawaban. Gadis itu terdiam. Seketika, dirinya seolah langsung membeku setelah mendengar kata ‘ciuman’ terucap dari sosok pria yang menurutnya jauh lebih pantas menjadi kakaknya itu. Dan pada detik berikutnya, otak polosnya pun telah diracuni oleh berbagai macam model ciuman yang mungkin akan mereka lakukan. Oh, tidak!! Gadis itu mulai berseru dalam hati, menolak setiap adegan ciuman yang seakan sedang diputar  tepat di atas kepalanya.

 

“Bagaimana kalau sekarang? Di sini….” Kalimat tersebut meluncur dengan entengnya dari bibir tipis pria berkulit putih itu, tidak lama setelah tak ada jawaban iya atau tidak dari gadis ‘kecil’-nya itu, sambil tetap menatap lurus ke arah gadis yang usianya terpaut 7 tahun itu.

 

“Kau gila ya!!” pekik gadis itu seraya mengacung-acungkan garpu yang tertancap potongan bawang bombay tepat di depan muka pria yang menurutnya sudah tidak waras itu. Dengan cepat, dia menyusun strategi pertahanan, meski tanpa sadar pipinya telah bersemu merah. Tersipu malu.

 

Melihat pipi lawan bicaranya memerah, sontak pria itu pun terkekeh. Lalu, sembari memegangi perutnya yang sakit karena sedari tadi mencoba untuk menahan tawa, pria itu berujar, “Ya… kau pikir aku akan benar-benar melakukannya… di sini?! Eeiiihhh… Kau ini terlalu banyak menonton drama.” Dan sebuah tonyolan ringan mendarat langsung di kening gadis yang saat itu mengenakan gaun sepanjang lutut warna putih gading.

 

“Apa maksudmu! Jadi kau sedang mempermainkanku!! Itu tidak lucu.” Sontak gadis itu pun meletakkan garpunya ke atas piring dengan kasar, lalu memasang wajah cemberut seraya melipatkan kedua tangannya di depan dada.

 

“Tidak. Menurutku sangat lucu, akh!!”

 

“Cih… kau selalu saja mengerjaiku. Selalu dan selalu. Sebenarnya apa alasanmu menikahiku?! Huh..!?”

 

Kali ini gantian. Pria itu tidak memberikan respon apapun atas pertanyaan gadis itu. Dia hanya memandang wajah cemberut istrinya seraya berdiri, kemudian berjalan ke arah kasir tanpa sepatah kata. Namun, siapa yang akan menduga kalau beberapa detik kemudian ponsel gadis itu berdering. Sebuah panggilan masuk dari pria yang sekarang ini tengah berdiri di depan meja kasir. Lalu dengan kesal gadis itu menjawab panggilan tersebut. “Apa..!”

 

“Kamu!!! Jangan kemana-mana. Tetap di situ sampai aku kembali.” Dan telepon pun dimatikan secara sepihak tanpa memberikan jeda waktu pada gadis itu untuk menjawab.

 

“Sialan!! Aku kan belum jawab apa-apa, kenapa malah langsung dimatiin. Cape’ deh bicara sama dia!” umpat gadis itu sekenanya.

 

 

Note: Mian. Belum ada cast-nya dikarenakan cast-nya belum nemu yang pas. Kira-kira siapa ya, enaknya? Kkkkk :) Fiksi mini ini pernah dipublikasikan di FB dan tumblr saya dengan berbagai perubahan ^^ Mohon kritik dan sarannya, ya~ WARNING!!! Plagiarism adalah suatu perbuatan yang memalukan dalam sebuah penciptaan suatu karya.

Tag:

28 Nov

“Kadang, cinta itu bisa membuat seseorang menjadi jahat….”

 

Tag:

#Jurnal 7: Transformasi

28 Nov

Hari demi hari berlalu. Dentingan detik-detik waktu terus berputar sesuai orbitnya. Saya hanya perlu menghitung mundur waktu untuk menuju sebuah upacara sakral bagi seseorang seperti saya ini.

Lagipula bukannya saya ingin selalu tetap menjadi seorang gadis layaknya hari ini. Tidak, bukan seperti itu. Saya ingin bertransformasi. Saya pun ingin bahkan sangat ingin berubah menjadi seorang wanita. Dalam hati, saya juga berharap bisa menunjukkan sisi kuat saya meskipun terkadang saya masih saja terlena dengan sosok saya yang sekarang. Tetapi, jika diperbolehkan untuk berkeinginan, saya ingin bertransformasi menjadi sosok yang jauh lebih baik lagi. Hanya saja saya sadar bahwa saya masih butuh banyak waktu untuk menjalani sekaligus menuju setiap proses tersebut. Selain itu, tentunya, saya juga memerlukan bantuan dari banyak pihak.

Jadi maaf, jika sampai saat ini, saya masih belum bisa menjadi orang yang seperti anda harapkan. Saya masih perlu banyak belajar untuk mengenal dan mengerti apa itu dunia. Terimakasih atas pengertiannya dan atas kerjasamanya untuk tetap berada di samping saya.

Tag:

SWEET ATTACK page 5 (마지막 회)

16 Nov

Tags : fanfiction

Genre : Romance

Cast : Cho Kyuhyun, Ai

 

Note: Semua kalimat yang dicetak miring (selain kata dalam bahasa Inggris dan Korea) adalah POV masing-masing tokoh ^^

 

 

“Ai! Aaaiiiiiiii!!” Terdengar suara orang setengah berteriak sambil menggedor pintu rumah.

 

Ai yang belum ada 5 menit terlelap dan masuk ke dalam alam bawah sadarnya tersentak karena gangguan itu. Dengan mata masih terpejam, tangannya meraba-raba ke meja kecil di sebelah tempat tidurnya untuk mencari  jam weker biru berbentuk doraemon. Hadiah seseorang. Pukul 1.36 pagi.

 

Siapa sih yang datang pagi-pagi begini? Tunggu, pagi? Matahari saja masih bergulat di belahan dunia yang lain. Bukankah ini masih masuk kategori tengah malam! Tidak sopan sekali. Ai menarik selimut tebalnya, menutupi hampir seluruh tubuhnya. Dia sudah hendak tidur lagi ketika teriakan itu terdengar lagi. Kali ini lebih keras.

 

“Aaaaiiiiii!!!”

 

Suara pria?! Siapa? Seong Ju oppa? Tidak mungkin. Dia tidak akan datang tengah malam seperti ini sambil berteriak dan menggedor pintu rumah orang dengan kasar. Jelas, dia bukan tipe pria yang seperti itu.

 

Dengan posisi kaki masih tertutup selimut tebal, Ai mengucek matanya, berusaha menyadarkan diri untuk mendengar lebih jelas.

 

“Ya~ Aaiiiiii!! Buka pintunya!”

 

Uh-oh, bukan suara Seong Ju oppa. Lalu suara siapa?. Dengan masih terkantuk-kantuk, Ai segera beranjak dari tempat tidurnya dan buru-buru menuju ke pintu depan tanpa berganti piyama dengan rambut super berantakan.

 

“Akhirnya kau membuka pintu juga…,” sapa pria yang kini tengah berdiri di depan pintu rumah Ai seraya melambaikan tangan pucatnya. Kedinginan.

 

Kyuhyuuunn?! Tanpa dikomando Ai sontak menutup pintu rumahnya. Berdiri seraya bersandar, kaget, membelakangi daun pintu berwarna coklat tua itu. Dia bergegas berlari kesana kesini–menyisir rambut dan meraih sweater panjangnya. A a a a u u u o o o o…. Kemudian dia membuka kembali pintu rumahnya. Wajah ngantuknya kini telah berubah sinis. “Kau gila ya?! Tengah malam berteriak-teriak di depan rumah orang!”

 

“K…ka..au se..dang tiduuuur ya?” sahut Kyuhyun dengan terbata-bata. Badannya menggigil kedinginan. Matanya menatap Ai seolah-olah sedang bertelepati ‘tolong-biarkan-aku-masuk-sebentar-saja’. Tapi kerutan di dahi Ai seakan langsung menolak permohonannya, ‘tidak-akan-kubiarkan-kau-masuk’.

 

“Untuk apa kau tengah malam datang ke rumahku? Berteriak, membuat kupingku sakit saja..,” ujar Ai sambil menggaruk kupingnya yang tidak gatal.

 

“Aku hanya ingin melihatmu dan…,”

 

“Dan..”

 

“Aku datang untuk memberikanmu iii—,” Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Ai kembali bersikap defensif padanya.

 

“Aku tidak butuh puluhan, bukan, bahkan ratusan bunga mawar darimu. Kau tahu, aku tidak suka mawar. Jadi pulanglah. Manajermu pasti akan mencarimu kalau dia tahu kau tidak ada di dorm saat ini.” Ai menelan ludah saat mengatakannya. Dia berusaha agar suaranya tidak terdengar bergetar, namun raut wajahnya mengkhianatinya.

 

Kyuhyun yang masih tidak menyangka gadis itu bersikap dingin padanya tampak syok, namun segera dapat mengendalikan dirinya. Sedetik dia menundukkan kepalanya, kemudian diangkat kepalanya dan tersenyum ke arah Ai. Senyuman manis seorang Cho Kyuhyun yang selalu terpasang di muka tampannya itu. Namun tak bisa menyembunyikan rasa kecewa yang terselip dibalik senyumannya. Dan Kyuhyun pun pergi tanpa suara.

 

Ai menatap punggung Kyuhyun yang berbalut blazer warna biru tua. Tangan kanan Kyuhyun menenteng seikat bunga mawar yang baru saja dia tolak mentah-mentah. Lemas. Kyuhyun juga tampak lusuh untuk ukuran seorang ikon hallyu wave, baginya. Sepertinya, tidak, tapi memang iya, pria itu kedinginan. “Dasar, artis bodoh!! Di cuaca sedingin ini kenapa malah memakai baju tipis seperti tadi. Walaupun baru pulang syuting, seharusnya dia memakai baju tebal. Dia… membuat khawatir saja.”

 

Aigoo! Ngomong-ngomong ini sudah hampir 4 bulan, sejak berita pacaran kami menyebar. Aku kira berita itu akan mereda dengan sendirinya, seperti berita-berita para artis lainnya. Tapi, nyatanya, berita itu semakin menjadi-jadi saja. Sekarang… banyak orang yang mencari-cari diriku. Dan itu semua gara-gara si artis bodoh satu itu. Kenapa dia malah membuat berita itu semakin memanas di tengah cuaca dingin. Lalu kenapa manajemennya cuma diam saja melihat tingkah sembrono si Kyuhyun. Aiishhh, dia semakin menggila. Di majalah A dia setengah mengakuinya, tapi di tabloid B dia malah menyembunyikannya. Maunya apa sih?! Gak Konsisten….

 

Dia adalah fans-ku….

 

*****

 

Ya~ Ai lihat ini!!” hardik seorang gadis cantik berwajah Asia yang duduk di depan Ai seraya menunjukkan sebuah artikel dari majalah langganannya.

Continue reading 

Tag:,

#Jurnal 6: Pemaksaan

13 Nov

Banyak hal yang tidak bisa dipaksakan, harus begini atau begitu. Tapi kenapa masih mencoba untuk memaksakannya. Suatu keharusankah. Sepertinya tidak. Peraturan mana yang menyuruh seseorang tak boleh mengikuti kata hatinya…. Bahkan seorang ibu pun tak boleh selalu memaksakan kehendak pada anaknya, apalagi———-. Continue reading 

Tag:

SWEET ATTACK page 4

10 Nov

Tags : fanfiction

Genre : Romance

Cast : Cho Kyuhyun

(Kisah ini masih tentang Ai dan Kyuhyun…^^)

 

Dan takdir kami pun tidak berhenti sampai di situ…

 

*****

 

Hidup Ai kini telah berubah sejak pertemuan terakhirnya dengan pria ‘recehan’ itu…. Seorang pria yang bahkan namanya saja baru diketahuinya. Pria itu telah dengan sukses membuat hidup seorang Ai berbalik 180 derajat.

Hampir 2 bulan berlalu, meninggalkan Ai dalam kubangan konflik pelik yang tak pernah dibayangkannya. Dia tak pernah sekalipun membayangkan apalagi mengharapkan terjebak dalam situasi seperti ini. Apakah ini sebuah kesialan atau keberuntungan untuknya… entahlah, dari sisi mana Ai harus menilainya. Dia pun tak tahu. Hari itu, andaikan Ai tidak bertabrakan dengan pria itu. Tidak, jauh sebelumnya, andaikan dia tidak berdo’a untuk bertemu dengan pria ‘recehan’ itu sekali lagi….

Hari ini pun untuk kesekian kalinya Ai membuka portal naver dan mendapati bahwa berita itu masih setia bertengger di tempat hot issue.  “Si stalker  itu dengan seenaknya saja menulis berita ‘sampah’ seperti ini,” geram Ai. Sengit.

Kali ini Ai memberanikan diri untuk membuka kolom berita menyebalkan itu, bahkan dari judulnya saja sudah membuat Ai ingin mengacak-acak rambut si stalker rese’ itu lalu menenggelamkannya di sungai Amazon biar jadi santapan ikan-ikan piranha. Namun nyatanya bukan seperti apa berita-berita itu ditulis, justru komentar-komentar menyeramkan dari pembacalah yang paling ditakutkannya.

Dan entah sejak kapan si stalker itu memotret mereka berdua. Dari foto yang terpampang besar di layar notebook-nya, Ai yang waktu itu mengenakan dress bunga-bunga sepanjang lutut dengan jaket kulit coklat gelap memang terlihat seolah sedang berkencan dengan pria yang bernama Cho Kyuhyun itu. Ingat, seolah. Hanya seolah-olah. Tapi, tapi, tapi tidakkah mereka melihat kalau di atas meja ada seonggok kepingan uang receh….

Dengan perlahan, Ai membaca berita ‘sampah’ itu hingga akhirnya sampailah dia pada bagian bawah berita. Komentar pembaca. “2267 komentar…,” ujar Ai parau sambil menelan ludah. Matanya mendelik tajam – melihat deretan 4 angka itu. Semburat kerisauan terpancar jelas dari mimik muka Ai. Satu per satu dibacanya komentar-komentar menjengahkan itu. “Netizen-netizen sialan!!! Ngerti apa sih mereka,” umpat Ai kesal dalam bahasa Indonesia.

 

Apa-apaan ini…??? Tidak mungkin.. ini tidak mungkin!!, tulis seorang netizen dengan username lkh8886.

 

Apa ini benar…?? Tolong seseorang berikan penjelasan padaku…. Aku tidak mengerti…, tulis netizen lain bernama kuh3388.

 

Siapa gadis itu…?? Aku tidak bisa menemukan apapun tentang dirinya…, tulis yang lain.

 

Kau pikir siapa dirimu, berani berpacaran dengannya?, tulis salah seorang netizen ababil lainnya.

 

Bahkan hanya dengan membaca empat komentar saja sudah membuat jiwa dan batin Ai mengerang kesakitan. Emosinya tercekat di tenggorokan. Meski sangat penasaran, tapi akhirnya dia memilih untuk menutup kolom berita ‘sampah’ itu lalu mematikan notebook-nya. Kemudian, disenderkan punggungnya ke bantalan sofa kecil seraya tetap menatap layar hitam notebook miliknya itu. Dipejamkan matanya–menenangkan hatinya yang penuh emosi. Tak lama, perlahan sebutir air mata jatuh menyusuri pelipis matanya yang terlihat lelah. Ai menangis.

Di waktu yang sama,

Hyung… sini, lihat ini!!” pekik Donghae ke arah Leeteuk seraya menunjuk-nunjuk layar Ipad putihnya.

“Ada apa sih??” tanya Eunhyuk. Penasaran. Lalu si monyet tampan itu mengekor sang leader sambil tetap menggenggam remote tv di tangan kanannya, takut direbut Shindong yang sedang ingin menonton acara lain.

“Lihat ini!! Berita tentang Kyuhyun semakin seru saja,” bisik Donghae . Pelan.

“Apa mereka benar-benar sedang pacaran?” celetuk Sungmin yang tiba-tiba ikut nimbrung ke obrolan ‘pria dewasa’.

“Bukankah akhir-akhir ini, dia sering membawa ponselnya kemana-mana,” tambah Yesung dengan nada sok menganalisis.

Donghae, Leeteuk, Eunhyuk dan Sungmin saling memandang. Mata mereka seolah ‘menyetujui’ analisis Yesung barusan.

“Aku juga sering melihat dia tersenyum sendirian sambil menatap layar ponselnya.”

Kakao talk-nya juga sering aktif, sekarang. Padahal dulu…”

“Dengan berita yang sudah me-nasional ini, mereka masih bisa berhubungan?” seru Leeteuk.

Hyung… me-nasional itu jenis kata baru ya..,” tanya Donghae. Polos.

“Sejak kapan mereka mulai sering berhubungan? Sejak berita ini me-nasional atau bahkan jauh sebelumnya…?”. Yesung mulai beranalisis ria, lagi. Sambil mengelus-elus dagunya, dia berupaya menyusun puzzle-puzzle Kyuhyun yang berserakan di dalam otaknya.

“Tidakkah kalian ingat, Kyuhyun, malam itu, pergi keluar setelah menelepon seseorang,” ujar si pangeran tampan, Shiwon, yang dari tadi berdiri di dekat pintu masuk–mendengarkan obrolan sahabat-sahabatnya itu.

“Jadi waktu itu, ponsel mereka pura-pura tertukar. Ide Kyuhyun bagus juga. Cerdik..,” ujar Eunhyuk dengan nada memuji Kyuhyun.

Babo-ya…,” ledek Sungmin seraya menjitak kepala Eunhyuk, pelan.

“Wah, wah, wah, kalo begitu… Leeteuk hyung, sepertinya kau kalah saing dengan si maniak game itu. Aku dengar, berita pernikahanmu dengan Kang Sora berada di urutan nomor 5, jauuuuuuhhh di bawah berita pacaran Kyuhyun yang memang akhir-akhir ini sedang jadi sorotan publik,” sindir Shindong yang sedang berusaha merebut remote tv dari tangan si monyet, Eunhyuk. Mereka berdua terlihat seperti dua orang anak kecil yang sedang rebutan mobil tamiya. Tarik-tarikan rambut, tangan, baju dan remote tv benar-benar tak terelakkan.

“Padahal sudah 2 bulan..”. Donghae pun ikut-ikutan menyindir hyung-nya itu sembari mengotak-atik Ipad-nya.

Leeteuk mendengus kesal. Sedetik kemudian, dia membalikkan badan sambil berkacak pinggang. “Ya~ kalian berdua seperti wanita saja!!” serunya dengan mata mendelik ke arah Eunhyuk dan Shindong yang terpaku mematung dengan posisi saling menjambak rambut. “Hyuk-a, sana bantu Ryewook di dapur dan…,”

“Aku tidak mau dibantu Eunhyuk!!!” pekik Ryewook dari arah dapur, memotong perkataan Leeteuk. Dia menolak. Tapi sayang, penolakannya sama sekali tak digubris oleh Leeteuk.

“Lalu kau, Shindong, tolong bereskan remahan snack-mu yang berserakan di karpet itu,” lanjut Leeteuk lagi dengan nada memerintah. Sedikit kesal.

“Terus hyung ngapain..?” tanya Shindong dan Eunhyuk bersamaan sambil memasang muka aegyo mereka. Puppy eyes.

“Aku… aku mau ke kamar Kyuhyun,” jawab Leeteuk seraya berjalan menuju kamar Kyuhyun.

Andwae~!!!” pekik mereka semua bersama-sama. Tapi Leeteuk pura-pura tidak mendengar dan tetap melongos pergi, masuk ke dalam kamar Kyuhyun.

 

*****

 

“Kyuhyun sshi, sepertinya anda sangat menjiwai semua lagu bernuansa cinta yang ada di dalam album ini,” ujar seorang mc di sebuah acara talk show.

“Hahaha… benarkah seperti itu? Mungkin karena saya memiliki lebih banyak pengalaman cinta dibandingkan hyung-hyung yang lainnya,” jawab Kyuhyun. Songong.

“Jadi maksudmu, kau lebih laku dibandingkan kami?” seru Sungmin, tidak terima. Matanya menatap tajam–seolah marah–ke arah Kyuhyun yang duduk tepat di sampingnya itu seraya memukul pelan lengannya, namun terlihat senyum aegyo manis yang tersungging kecil di sudut bibirnya.

“Aku kan member paling cakep di superjunior, tentunya setelah Shiwon hyung,” ujar Kyuhyun yang langsung membuat seluruh tamu lainnya tertawa tak terkecuali sang mc acara.

“Apakah ini ada hubungannya dengan berita yang selama ini menyebar, Kyuhyun sshi?” tembak sang mc sesaat setelah suara tawa di studio mereda.

Itu tidak sesuai dengan script di saat reading tadi. Hampir semua member superjunior membatin sama. Tidak sesuai script. Mata mereka saling memandang khawatir satu sama lain. Kemudian beralih memandang Kyuhyun dengan harap-harap cemas, layaknya suami-suami siaga yang setia menunggui istrinya melahirkan anak. Jawaban seperti apa yang akan diberikan oleh Kyuhyun?. Mereka semua berharap bahwa produser acara bersedia untuk memotong adegan ini.

“Kyuhyun sshi, benarkah semua berita yang selama ini menyebar..?”. Sang mc dengan hati-hati bertanya ulang, mengkonfirmasi berita yang sudah terlanjur me-nasional itu. Seperti yang dikatakan Leeteuk beberapa hari yang lalu di dorm superjunior.

Dengan mata yang menatap intens ke arah kamera, Kyuhyun tersenyum kecil–khas dirinya–yang penuh arti. Hanya dengan sebuah senyuman, dia menjawab pertanyaan dari sang MC atau mungkin pertanyaan sama yang pasti akan diajukan oleh seluruh fans-nya. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kecilnya. Lagi-lagi hanya tatapan mata intens disertai senyuman penuh makna. Dia tidak membenarkan tetapi juga tidak menolak digosipkan berpacaran. Semuanya masih menjadi teka-teki. Kriiikkk kriiiikkkk kriikkkkk….

 

*****

 

5 Jam rekaman acara talk show bersama Yoo Jae suk seonbaenim ternyata sama sekali tidak menurunkan semangat hidup Cho Kyuhyun, terlebih saat kakao talk-nya bergetar pelan–menandakan pesan masuk. Dengan muka tenang tapi salah tingkah, Kyuhyun membuka aplikasi kakao talk, lalu dibacanya sebuah pesan singkat dari seseorang.

Pfiuh~

 

Kenapa, Ai sshi??

 

Tulis Kyuhyun. Singkat.

Aisshhh… aku benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan gadis itu. Tiba-tiba saja mengirimiku pesan aneh begini.

 

Sebenarnya apa maksudmu..?!!!

 

Balas Ai, dengan nada jutek. Tersirat kalau Ai sedang mempertanyakan sesuatu.

 

Apanya? Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kamu tanyakan~

 

Ai sudah tidak perduli lagi dengan segala macam formalitas bahasa Korea. Dia memilih untuk membuangnya saat ini. Berbicara dengan Kyuhyun benar-benar telah memaksaku untuk melepas keformalitasan bahasaku. Bahkan dia sendiri sebagai si penutur asli bahasa ini pun tidak memperdulikan tata aturan formal-informal bahasa ibunya itu. Jadi untuk apa pula aku harus memperdulikannya.

 

Ya~ Apa kau sudah gila!! Aku sudah menonton acaramu. Apa maksud senyumanmu itu…

 

Acara yang mana? Aku hampir tersenyum di setiap acara. Aku bahkan tidak bisa mengingatnya dengan jelas kkk

 

Bukankah waktu itu kau bilang aku harus menontonnya. Acara **** itu, bodoh!!!

 

Wajah Kyuhyun tersentak kaget saat mendapati Ai dengan santai mengatai dirinya, bodoh. Tapi tidak ada semburat kecewa atau kesal seperti biasa di wajah putihnya. Yang ada hanya senyum malu-malu. Dengan muka sedikit memerah, dia mulai mengetik setiap huruf hangeul. Cepat.

 

Wah, kau sudah melepaskan keformalitasanmu padaku. Sepertinya aku juga harus menggunakan bahasa banmal padamu. Kalau begitu mulai sekarang kita pakai banmal saja, ya? Hhh

 

Aku rasa ini adalah sebuah kemajuan signifikan, dia mau menggunakan banmal. Aku kira akan sangat sulit mendekati dirinya yang selalu bersikap defensif padaku. Padahal banyak sekali gadis yang mau ber-kakao talk-an denganku. Seharusnya dia bersyukur. Bahkan kakao talk para hyung-ku saja jarang sekali ada yang kubalas.

 

Bicara denganmu tidak perlu menggunakan bahasa formal.

 

Tapi akan jauh lebih baik lagi kalau kau mau memanggilku ‘oppa‘. Bukankah aku lebih tua darimu 1 tahun…

 

Mwo..?! Oppa..!!???? Just in your dream Sudahlah aku tidak mendapatkan jawaban memuaskan darimu. Menyebalkan..

 

Tulis Ai yang langsung menyudahi percakapan tidak penting mereka itu.

Aku semakin tidak mengerti dengan otak dan hatiku saat ini. Kenapa setiap kali dia menggodaiku seperti itu, aku langsung gemetar dan salah tingkah tidak karuan. Lalu apa maksud dari senyumannya di acara itu. Aiisshhh… dasar pria bodoh, menyebalkan. Orang songong seperti itu kok bisa-bisanya jadi artis. Tenar lagi. Tapi kalau diperhatikan, dia sebenarnya lumayan juga. Tidak kalah ganteng dari Jung Yong Hwa, hanya saja sikapnya tidak seperti vokalis cn blue itu. Sayang sekali.

 

To be Continue~

Olipayoe as author

 

Tag:,

Panggung Hiburan

31 Okt
Mereka –para penikmat pertunjukan– tak akan pernah mau tahu segala macam urusan yang terjadi di balik layar. Yang hanya ingin mereka tahu adalah segala kesempurnaan yang ada di atas panggung hiburan.

Tag: