[#KoreanDramaReview] School 2015 : Who Are You

12 Jun

unnamed-54

Tebak, mana yang Go Eun Byul dan mana yang Lee Eun Bi? Satu aktris, beda karakter.

Minggu depan, sisa 2 episode, sebentar lagi drama “School 2015: Who Are You” akan selesai tayang. Sejak menonton “School 2015: Who Are You” mulai episode 1 sampai 14, tekanan konflik drama ini terasa ada yang hilang. Kurang greget. Padahal saat pertama kali mendengar rencana produksi drama ini pada awal tahun, saya sudah memasukkannya ke dalam list drama yang patut diantisipasi. Terlebih ketika melihat skuad pemeran utama drama ini dan track record drama “School Series” sebelumnya yang menuai kesuksesan. Namun sayang, hingga menyisakan 2 episode terakhir, drama ini ternyata belum berhasil memberikan sajian konflik yang memanas dan klimaks bagi penonton, khususnya saya.

Seperti drama “School Series” sebelumnya, tema yang diambil drama yang bersetting sekolah ini pun adalah tentang kasus-kasus yang terjadi di sekolah dan kehidupan siswanya. Tetapi, entah kenapa tema besar yang ditawarkan dalam drama “School 2015: Who Are You” kali ini kurang mendapat tempat lebih dari Kim Hyun Jung (KHJ-nim) dan Kim Min Jung (KMJ-nim) sebagai penulis skenario. Seolah ingin menghadirkan konflik-konflik keren di setiap episode seperti hubungan guru dengan murid, hubungan antar teman sekelas, hubungan antara orang tua dengan anak, hubungan antara sekolah dengan siswa dan walinya, sisi gelap sekolah dan kepala yayasan, membuat penulis skenario kehilangan formula utama drama “School Series”.

Selain itu, merujuk kepada 14 episode yang sudah tayang, menurut saya masih ada karakter-karakter yang sampai sekarang belum matang dan statis. Terlihat sangat stagnan. Padahal beberapa di antara karakter-karakter yang tidak mampu berkembang itu terdapat karakter penting yang memiliki andil besar dalam keeksistensian karakter utama. Menurut saya, sih, seperti itu. Ah … atau mungkin KHJ-nim dan KMJ-nim memang sengaja menampilkan karakter-karakter drama yang relatif tetap secara sikap dan watak. Entahlah.

Misalnya saja nih, karakter Han Yi Han, teman sejak kecil dan teman sekelas dari karakter Go Eun Byul sekaligus atlet renang perwakilan sekolah. Mengikuti konflik yang sedang memanas antara Go Eun Byul (Lee Eun Bi) dengan Kang So Young, saya kira karakter Han Yi Han akan berubah dari yang tadinya melindungi Go Eun Byul (Lee Eun Bi) berbalik menjadi tidak peduli sama sekali dengan permasalahan Go Eun Byul (Lee Eun Bi) setelah tahu fakta yang sebenarnya. Mungkin saya yang jahat, hahaha. Atau contoh lain, karakter Gong Tae Kwang. Sebagai karakter yang berasal dari keluarga broken home dan tidak diakui oleh ayahnya yang juga merupakan kepala yayasan sekolah, saya kira karakter Gong Tae Kwang akan jauh lebih kompleks. Dia akan menjadi karakter yang nakal, memberontak, si pembuat onar, dan sangat bebas dibandingkan dengan yang diceritakan dalam drama sekarang. Saya membayangkan dia bisa lebih memberontak lagi kepada sekolah dan ayahnya, yaaah … meski kenyataannya KHJ-nim dan KMJ-nim justru sejak awal membangun karakter Gong Tae Kwang sebagai sosok laki-laki remaja yang ingin keberadaannya diakui oleh orang tuanya.

Kemudian setali tiga uang dengan kestatisan karakter, alur cerita dalam drama ini pun bisa dibilang lambat hingga akhirnya membuat konflik terkesan datar dan anti klimaks. Sejujurnya ketika mengetahui drama ini akan mengangkat cerita tentang saudara kembar yang bertukar kehidupan, saya secara pribadi sangat menantikannya. Saya penasaran seperti apa KHJ-nim dan KMJ-nim akan menuliskan kisah saudara kembar dan bagaimana dengan kehidupan mereka. Namun, seiring dengan masa tayang drama ini yang hampir mendekati akhir, saya justru merasa kecewa sebagai penonton. Jika boleh dibandingkan dengan drama “School Series” sebelumnya, yaitu “School 2013”, secara alur, karakter, konflik, dan cerita jauh lebih menarik. Selain karena drama “School 2013” memiliki jajaran pemain utama yang ganteng, lho. Hahaha.

Sementara untuk kisah cinta dalam drama ini … saya pun tidak berharap lebih dan berekspektasi terlalu tinggi. Kisah cinta khas remaja sekolah. Keeksistensian cinta yang labil, begitu saya menyebutnya. Itu karena kisah cinta drama ini juga berkembang sangat lambat, antara ada dan tiada. Mungkin itu yang menjadi salah satu faktor pendukung matinya konflik cerita. Kisah cinta tokoh Lee Eun Bi, Go Eun Byul, Han Yi Han, dan Gong Tae Kwang kepada satu sama lain yang tidak jelas membuat saya sebagai penonton menjadi semakin gemas. Haaah … mungkinkah karena beberapa bulan belakangan ini saya terlalu banyak menonton drama dengan kisah percintaan yang rumit, jadi saat menonton drama dengan kisah cinta yang datar nan simple saya justru menjadi pusing dan gemas sendiri? *bertanya dalam hati*

Namun, ada satu konflik dalam drama ini yang mengikat saya untuk tetap bertahan menyelesaikannya. Konflik antara tokoh Lee Eun Bi / Go Eun Byul dengan Kang So Young. Tema tentang kasus ‘si pem-bully yang mendadak di-bully di sekolah barunya’ sukses membuat saya rela berjam-jam menunggu hasil download-an drama ini selesai. Efek menarik untuk terus dilihat saat Kang So Young mulai mengusik kehidupan Lee Eun Bi / Go Eun Byul, tapi justru semakin di-bully balik. Kasihan Kang So Young.

Yaaah … semoga saja sisa 2 episode nanti bisa membawa akhir yang bahagia. Saya sudah tidak lagi berharap akan mendapatkan kejutan lain yang menuju klimaks cerita dalam drama ini. Hahaha. Saya hanya menantikan bagaimana KHJ-nim dan KMJ-nim, sebagai penulis skenario, akan mengakhiri konflik antara Kang So Young dengan Lee Eun Bi / Go Eun Byul.

Anyway, spesial efek untuk memunculkan Kim So Hyun yang memerankan Go Eun Byul dan Lee Eun Bi ke dalam satu screen secara bersamaan pada episode 13 dan 14 sukses membuat saya berdecak kagum. Computer Graphis (CG) yang biasanya selalu digunakan dalam setiap drama Korea untuk memanipulasi apapun memang selalu keren dan rapi. Good job!

-Olipayoe-

#koreandrama

PRAY by FT ISLAND

31 Mar

Video source: FT ISLAND official Youtube Channel

PRAY by FT ISLAND

Lagu terbaru dari band Korea bernama FT ISLAND. Genre musik pop-rock memang cocok dengan style FT ISLAND, terutama suara vokalisnya, Lee Hong Ki. Berbeda dengan lagu-lagu Korea (K-pop) kebanyakan yang mengusung kisah cinta secara eksplisit, lirik lagu PRAY sendiri bisa juga merepresentasikan berbagai struktur kehidupan, tidak hanya cinta dua orang manusia.

Salah satu lagu yang mewakili perasaan saat ini. Hahaha. Terima kasih FT ISLAND yang menghadirkan warna lain dalam belantika musik Korea bulan ini. Can’t wait your many live performance in Korean music programs🙂

Berikut lirik lagu PRAY dari FT ISLAND, dengan lirik terjemahan Bahasa Indonesia di bawahnya..

Korean lyrics:

또 다른 현실 속에 속삭이던 많은 거짓말
진실은 사라지고 어둠 안에 갇힐 뿐

무능력한 현실 속에 작아지는 나의 외침이
거짓이란 세상 속에 무의미한 일 일뿐인 걸

See you now? See me now?
I’m broken in my faith

Oh, please god hear me?
무엇도 할 수 없는
Oh, please god tell me!
멈춰진 세상을
Oh, please god hear me?
소리쳐 외치는 날 oh
다신 길을 잃지 않도록
I’ll pray I’ll pray I’ll pray
I’ll pray for you

또다시 반복되는 이길 수도 없는 싸움에
몇 번을 부딪혀도 상처만 커질 뿐

눈을 뜨면 시작되는 정해져 있는 결과에
익숙해지는 것은 무의미한 일 일뿐인 걸

See you now? See me now?
I’m broken in my faith

Oh, please god hear me?
무엇도 할 수 없는
Oh, please god tell me!
멈춰진 세상을
Oh, please god hear me?
소리쳐 외치는 날 oh
다신 길을 잃지 않도록

Oh, please god help me
남겨진 날 좀 봐줘
Oh, please god help me
차가운 눈물만

Oh, please god hear me?
무엇도 할 수 없는
Oh, please god tell me!
멈춰진 세상을
Oh, please god hear me?
소리쳐 외치는 날 oh-
다신 길을 잃지 않도록

I’ll pray I’ll pray I’ll pray
(무능력한 현실 속에 작아지는 나의 외침이
거짓이란 세상 속에 무의미한 일 일뿐인 걸)
I’ll pray for you

I’ll pray I’ll pray I’ll pray
(눈을 뜨면 시작되는 정해져 있는 결과에
익숙해지는 것은 무의미한 일 일뿐인 걸)

I’ll pray

Indonesian Translate:

Dalam kehidupan ada banyak kebohongan terdengar
Kebenaran lenyap terpenjara dalam kegelapan

Suaraku yang tak berarti di kenyataan yang salah
Hanya jadi omong kosong dalam kepalsuan dunia

See you now? See me now?
I’m broken in my faith

Oh, please god hear me?
Aku yang tak berdaya
Oh, please god tell me!
Hentikan dunia ini
Oh, please god hear me?
Aku yang berseru keras oh
Jangan biarkanku kehilangan arah
I’ll pray I’ll pray I’ll pray
I’ll pray for you

Berapa kali terluka di pertikaian yang selalu kalah
Yang tersisa hanyalah sakit hati

Saat kubuka mata, semua yang ada di sini
Hanyalah omong kosong kehidupan

See you now? See me now?
I’m broken in my faith

Oh, please god hear me?
Aku yang tak berdaya
Oh, please god tell me!
Hentikan dunia ini
Oh, please god hear me?
Aku yang berseru keras oh
Jangan biarkanku kehilangan arah

Oh, please god help me
Tolong bantu aku
Oh, please god help me
Dari tangisan yang dingin ini

Oh, please god hear me?
Aku yang tak berdaya
Oh, please god tell me!
Hentikan dunia ini
Oh, please god hear me?
Aku yang berseru keras oh
Jangan biarkanku kehilangan arah

I’ll pray I’ll pray I’ll pray
(Suaraku yang tak berarti di kenyataan yang salah
Hanya jadi omong kosong dalam kepalsuan dunia)
I’ll pray for you

I’ll pray I’ll pray I’ll pray
(Saat kubuka mata, semua yang ada di sini
Hanyalah omong kosong kehidupan)

I’ll pray

(Indonesian translate by Olipayoe, please take with full credit)

WHAT’S NEXT? : Ada yang Baru dari Bentang Komik

7 Jan

promosi2WHAT’S NEXT?

Bagi kalian yang nge-follow twitter Bentang Pustaka atau fanpage facebook Bentang Komik pasti ngeh dengan postingan-postingan admin berupa poster seperti di atas. Sebagai pembaca komik, aku sangat menantikan komik apa lagi yang akan diterbitkan Bentang Komik pada tahun ini. Aduuuuuhh, udah nggak sabar banget nih! Kira-kira komik Korea (manhwa) apa … dari komikus siapa … terbit tanggal berapa … aduuuhhh >,<Rasanya seperti sedang nungguin Korean idol group kesukaan yang mau comeback.

promosi1

Diskusi Komik ala Angkringan Komik

23 Des

Poster angkringan _ sosmed (FIX) (1)

Mesin waktu.

Ingat Sailormoon atau Doraemon? Hampir semua generasi 90-an, seperti saya tentunya, dibesarkan dengan sederetan judul komik Jepang yang memang pada masa itu budaya pop Jepang sedang berjaya di Indonesia melalui komik dan anime-nya. Kemudian, saat era 90-an berakhir dan berganti menjadi era millenium, budaya pop dari negara lain pun semakin giat memasuki Indonesia, misalnya saja Korea. Tidak hanya drama, pada masa itu pun kita sudah bisa melihat komik-komik dengan nama komikus asal Korea meski jumlahnya belum banyak dan masih berada di rak yang sama dengan komik Jepang. Tentu saja fenomena masuknya budaya asing ke Indonesia tersebut, khususnya komik, membuat perjalanan komik-komik Indonesia semakin tertatih-tatih di negara sendiri.

Back to … 2014.

Tapi menurut saya pribadi, yang namanya fenomena pasti mengalami perubahan. Begitu pula dengan tren, yang sebenarnya dibuat oleh orang dari kalangan industri itu sendiri. Dan pada 2014, perubahan terjadi di peta perkomikkan Indonesia. Dan, sebagai pemain baru di dunia perkomikkan Indonesia, Bentang Komik tentu saja tidak ingin menutup mata juga telinga tentang wacana tersebut. Karena itu di penghujung tahun ini, Bentang Komik – salah satu sub lini Bentang Pustaka – mengadakan diskusi ringan tentang komik dengan para komikus lokal wilayah Jogjakarta dan sekitarnya.

Pada Jumat lalu (19/12/14) bertempat di kantor Bentang Pustaka (Patung Kuda Park), diskusi ringan yang dinamakan Angkringan Komik tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 35 orang komikus. Angkringan Komik edisi perdana kali ini mengangkat tema “Geliat Komik Indonesia di Tahun Kambing Kayu” dengan dua pembicara, yaitu Ahmad ‘Kickers’ Arsyad dan Ismail ‘Sukribo’. Di bawah guyuran hujan dan sempat molor sekitar 20 menitan (yah, seperti biasa … sangat jarang saya bisa menemui acara yang tepat waktu) diskusi yang dimoderatori oleh admin Ngomik.com awalnya berlangsung satu arah. Saat itu, ‘Kickers’ Arsyad dan Ismail ‘Sukribo’ secara bergantian menceritakan perjalanan mereka dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini. Menurut saya, mereka berdua adalah salah dua dari sekian banyak contoh nyata komikus yang berangkat dari komik media massa atau medsos/portal komik online dan sukses dengan maskotnya masing-masing.

Pada sesi kedua, diskusi menjadi lebih seru karena terjadi komunikasi dua arah. Para peserta yang datang akhirnya diberi kesempatan untuk tanya jawab langsung dengan kedua pembicara. Selama kurang lebih satu jam berbagai macam pertanyaan diajukan oleh para peserta. Mulai dari pertanyaan tentang kapan sukribo dijadikan buku hingga berbagi tips bagi komikus yang ingin menembus penerbit. Diskusi semakin hangat dan kekeluargaan ketika satu gerobak angkringan datang di tengah sesi kedua.

Dari Komik Online Menjadi Komik Cetak.

Saat mengikuti jalannya acara Angkringan Komik, saya berpikir bahwa kebangkitan komik Indonesia semakin terasa di semester awal 2014 (mohon koreksi kalau saya salah), seiring dengan jaringan internet yang meluas serta penggunaan facebook yang juga semakin familiar. Ditambah lagi portal-portal komik online yang kini menjadi salah satu wadah baru para komikus untuk menunjukkan karyanya ke publik hingga akhirnya mendapat pengakuan dan apresiasi seperti yang diharapkan. Menurut saya, dengan munculnya facebook atau portal komik online justru membangun sistem baru yang tentu saja bisa dipilih oleh para komikus pemula untuk mengembangkan karya. Tidak melulu harus melalui sistem lama, yaitu membuat karya dan dikirimkan ke penerbit lalu menunggu jawaban sampai lumutan.

Sebut saja komik Tuti and Friends, Grey and Jingga, dan Arigato Macaroni!. Mereka adalah bukti nyata bahwa sistem baru sudah berlaku. Mereka besar dari komik online, lalu sekarang berubah menjadi komik cetak dan semakin dikenal luas. Begitu pula dengan komik The Last Kickers karya Ahmad ‘Kickers’ Arsyad. Berawal dari komik yang terbit berkala di portal komik online, Harian Jogja, serta Solo Pos dan sekarang sudah diterbitkan versi cetaknya oleh Bentang Komik.

Yaaah … bagi saya, facebook atau portal komik online itu agak mirip survival game. Niat, konsistensi, dan karya bagus-lah yang bisa bertahan di sana, sedangkan sisanya akan tenggelam.

2015.

Menutup sesi kedua sekaligus acara diskusi Angkringan Komik (dan juga tulisan saya kali ini), ada satu pertanyaan yang diajukan oleh salah satu peserta acara Angkringan Komik Jumat lalu dan masih saya ingat. Kira-kira seperti ini pertanyaannya:

“Seperti apa tren komik di 2015?”

“Kemungkinan tahun depan komik-komik bertema silat seperti pendekar tongkat emas akan berjaya, meski tidak menutup kemungkinan genre lain akan tetap dilirik,” ujar Ahmad ‘Kickers’ Arsyad.

Sedangkan menurut Ulil, salah satu editor komik di Bentang Pustaka, “Tahun depan akan ada banyak komik bertema silat dan superhero seiring dengan munculnya film-film bertema sejenis. Selain itu, akan ada juga komik-komik yang berasal dari film atau games.”

Oke. Bagi para komikus yang sedang dan akan membuat komik untuk 2015 … sudah ada bocoran nih tentang tren komik untuk tahun depan. Tapi, ingat! Sebenarnya, tren itu dibuat oleh kalangan industri itu sendiri. Selain itu, kini para komikus Indonesia tidak perlu lagi mengubah namanya menjadi kejepangan atau merasa terancam di tanah sendiri karena gempuran komik asing. Mari kita sukseskan dunia komik Indonesia! Dan, secara keseluruhan acara Angkringan Komik terbilang sangat menarik. Apalagi, Bentang Pustaka memang menyediakan makanan khas angkringan secara gratis, sesuai dengan nama acaranya.

Ditunggu acara menarik selanjutnya dari Bentang Pustaka dan Bentang Komik🙂

-Olipayoe-

FALLING

6 Mar

FALLING

 

Tags     : Ficlet

Genre   : Romance

Cast     : (Masih) belum ditentukan

**Inspiration from Teuk-So Couple edisi 4 Maret 2012

 

“Sudah 100 hari sejak kita menikah, tapi sejauh ini kemajuan kita hanya sebatas bergandengan tangan dan berpelukan saja…,” ujar seorang pria berusia 30 tahun sembari memainkan garpu di tangannya. Samar-samar dari balik lagu mellow romantis yang mengalun pelan, terdengar suara garpu dan piring milik pria itu yang saling beradu. Ting ting ting. Dengan wajah yang memerah karena menahan malu, bak seekor kepiting rebus yang baru masak, dia memandangi piring berisi beef spageti miliknya.

 

“Jadi… kau menginginkan yang lebih daripada itu?” tukas seorang gadis yang duduk tepat di depan pria tersebut. Matanya sama sekali tak memandang sosok makhluk hidup yang berada di hadapannya itu. Aura dingin menyelimuti gadis berambut ikal gelombang sebahu yang sedang sibuk menyingkirkan potongan bawang bombay dari makanannya.

 

Pria berjas rapi dengan dasi abu-abu yang melilit rapi kerahnya itu sontak terkejut mendengar jawaban dari gadis yang kini berstatus istrinya tersebut. Dia melirik gadis itu dengan setengah menggoda seraya berkata, “Kau serius tidak mau berciuman denganku?”

 

Tak ada jawaban. Gadis itu terdiam. Seketika, dirinya seolah langsung membeku setelah mendengar kata ‘ciuman’ terucap dari sosok pria yang menurutnya jauh lebih pantas menjadi kakaknya itu. Dan pada detik berikutnya, otak polosnya pun telah diracuni oleh berbagai macam model ciuman yang mungkin akan mereka lakukan. Oh, tidak!! Gadis itu mulai berseru dalam hati, menolak setiap adegan ciuman yang seakan sedang diputar  tepat di atas kepalanya.

 

“Bagaimana kalau sekarang? Di sini….” Kalimat tersebut meluncur dengan entengnya dari bibir tipis pria berkulit putih itu, tidak lama setelah tak ada jawaban iya atau tidak dari gadis ‘kecil’-nya itu, sambil tetap menatap lurus ke arah gadis yang usianya terpaut 7 tahun itu.

 

“Kau gila ya!!” pekik gadis itu seraya mengacung-acungkan garpu yang tertancap potongan bawang bombay tepat di depan muka pria yang menurutnya sudah tidak waras itu. Dengan cepat, dia menyusun strategi pertahanan, meski tanpa sadar pipinya telah bersemu merah. Tersipu malu.

 

Melihat pipi lawan bicaranya memerah, sontak pria itu pun terkekeh. Lalu, sembari memegangi perutnya yang sakit karena sedari tadi mencoba untuk menahan tawa, pria itu berujar, “Ya… kau pikir aku akan benar-benar melakukannya… di sini?! Eeiiihhh… Kau ini terlalu banyak menonton drama.” Dan sebuah tonyolan ringan mendarat langsung di kening gadis yang saat itu mengenakan gaun sepanjang lutut warna putih gading.

 

“Apa maksudmu! Jadi kau sedang mempermainkanku!! Itu tidak lucu.” Sontak gadis itu pun meletakkan garpunya ke atas piring dengan kasar, lalu memasang wajah cemberut seraya melipatkan kedua tangannya di depan dada.

 

“Tidak. Menurutku sangat lucu, akh!!”

 

“Cih… kau selalu saja mengerjaiku. Selalu dan selalu. Sebenarnya apa alasanmu menikahiku?! Huh..!?”

 

Kali ini gantian. Pria itu tidak memberikan respon apapun atas pertanyaan gadis itu. Dia hanya memandang wajah cemberut istrinya seraya berdiri, kemudian berjalan ke arah kasir tanpa sepatah kata. Namun, siapa yang akan menduga kalau beberapa detik kemudian ponsel gadis itu berdering. Sebuah panggilan masuk dari pria yang sekarang ini tengah berdiri di depan meja kasir. Lalu dengan kesal gadis itu menjawab panggilan tersebut. “Apa..!”

 

“Kamu!!! Jangan kemana-mana. Tetap di situ sampai aku kembali.” Dan telepon pun dimatikan secara sepihak tanpa memberikan jeda waktu pada gadis itu untuk menjawab.

 

“Sialan!! Aku kan belum jawab apa-apa, kenapa malah langsung dimatiin. Cape’ deh bicara sama dia!” umpat gadis itu sekenanya.

 

 

Note: Mian. Belum ada cast-nya dikarenakan cast-nya belum nemu yang pas. Kira-kira siapa ya, enaknya? Kkkkk🙂 Fiksi mini ini pernah dipublikasikan di FB dan tumblr saya dengan berbagai perubahan ^^ Mohon kritik dan sarannya, ya~ WARNING!!! Plagiarism adalah suatu perbuatan yang memalukan dalam sebuah penciptaan suatu karya.

28 Nov

“Kadang, cinta itu bisa membuat seseorang menjadi jahat….”

 

SWEET ATTACK page 5 (마지막 회)

16 Nov

Tags : fanfiction

Genre : Romance

Cast : Cho Kyuhyun, Ai

 

Note: Semua kalimat yang dicetak miring (selain kata dalam bahasa Inggris dan Korea) adalah POV masing-masing tokoh ^^

 

 

“Ai! Aaaiiiiiiii!!” Terdengar suara orang setengah berteriak sambil menggedor pintu rumah.

 

Ai yang belum ada 5 menit terlelap dan masuk ke dalam alam bawah sadarnya tersentak karena gangguan itu. Dengan mata masih terpejam, tangannya meraba-raba ke meja kecil di sebelah tempat tidurnya untuk mencari  jam weker biru berbentuk doraemon. Hadiah seseorang. Pukul 1.36 pagi.

 

Siapa sih yang datang pagi-pagi begini? Tunggu, pagi? Matahari saja masih bergulat di belahan dunia yang lain. Bukankah ini masih masuk kategori tengah malam! Tidak sopan sekali. Ai menarik selimut tebalnya, menutupi hampir seluruh tubuhnya. Dia sudah hendak tidur lagi ketika teriakan itu terdengar lagi. Kali ini lebih keras.

 

“Aaaaiiiiii!!!”

 

Suara pria?! Siapa? Seong Ju oppa? Tidak mungkin. Dia tidak akan datang tengah malam seperti ini sambil berteriak dan menggedor pintu rumah orang dengan kasar. Jelas, dia bukan tipe pria yang seperti itu.

 

Dengan posisi kaki masih tertutup selimut tebal, Ai mengucek matanya, berusaha menyadarkan diri untuk mendengar lebih jelas.

 

“Ya~ Aaiiiiii!! Buka pintunya!”

 

Uh-oh, bukan suara Seong Ju oppa. Lalu suara siapa?. Dengan masih terkantuk-kantuk, Ai segera beranjak dari tempat tidurnya dan buru-buru menuju ke pintu depan tanpa berganti piyama dengan rambut super berantakan.

 

“Akhirnya kau membuka pintu juga…,” sapa pria yang kini tengah berdiri di depan pintu rumah Ai seraya melambaikan tangan pucatnya. Kedinginan.

 

Kyuhyuuunn?! Tanpa dikomando Ai sontak menutup pintu rumahnya. Berdiri seraya bersandar, kaget, membelakangi daun pintu berwarna coklat tua itu. Dia bergegas berlari kesana kesini–menyisir rambut dan meraih sweater panjangnya. A a a a u u u o o o o…. Kemudian dia membuka kembali pintu rumahnya. Wajah ngantuknya kini telah berubah sinis. “Kau gila ya?! Tengah malam berteriak-teriak di depan rumah orang!”

 

“K…ka..au se..dang tiduuuur ya?” sahut Kyuhyun dengan terbata-bata. Badannya menggigil kedinginan. Matanya menatap Ai seolah-olah sedang bertelepati ‘tolong-biarkan-aku-masuk-sebentar-saja’. Tapi kerutan di dahi Ai seakan langsung menolak permohonannya, ‘tidak-akan-kubiarkan-kau-masuk’.

 

“Untuk apa kau tengah malam datang ke rumahku? Berteriak, membuat kupingku sakit saja..,” ujar Ai sambil menggaruk kupingnya yang tidak gatal.

 

“Aku hanya ingin melihatmu dan…,”

 

“Dan..”

 

“Aku datang untuk memberikanmu iii—,” Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Ai kembali bersikap defensif padanya.

 

“Aku tidak butuh puluhan, bukan, bahkan ratusan bunga mawar darimu. Kau tahu, aku tidak suka mawar. Jadi pulanglah. Manajermu pasti akan mencarimu kalau dia tahu kau tidak ada di dorm saat ini.” Ai menelan ludah saat mengatakannya. Dia berusaha agar suaranya tidak terdengar bergetar, namun raut wajahnya mengkhianatinya.

 

Kyuhyun yang masih tidak menyangka gadis itu bersikap dingin padanya tampak syok, namun segera dapat mengendalikan dirinya. Sedetik dia menundukkan kepalanya, kemudian diangkat kepalanya dan tersenyum ke arah Ai. Senyuman manis seorang Cho Kyuhyun yang selalu terpasang di muka tampannya itu. Namun tak bisa menyembunyikan rasa kecewa yang terselip dibalik senyumannya. Dan Kyuhyun pun pergi tanpa suara.

 

Ai menatap punggung Kyuhyun yang berbalut blazer warna biru tua. Tangan kanan Kyuhyun menenteng seikat bunga mawar yang baru saja dia tolak mentah-mentah. Lemas. Kyuhyun juga tampak lusuh untuk ukuran seorang ikon hallyu wave, baginya. Sepertinya, tidak, tapi memang iya, pria itu kedinginan. “Dasar, artis bodoh!! Di cuaca sedingin ini kenapa malah memakai baju tipis seperti tadi. Walaupun baru pulang syuting, seharusnya dia memakai baju tebal. Dia… membuat khawatir saja.”

 

Aigoo! Ngomong-ngomong ini sudah hampir 4 bulan, sejak berita pacaran kami menyebar. Aku kira berita itu akan mereda dengan sendirinya, seperti berita-berita para artis lainnya. Tapi, nyatanya, berita itu semakin menjadi-jadi saja. Sekarang… banyak orang yang mencari-cari diriku. Dan itu semua gara-gara si artis bodoh satu itu. Kenapa dia malah membuat berita itu semakin memanas di tengah cuaca dingin. Lalu kenapa manajemennya cuma diam saja melihat tingkah sembrono si Kyuhyun. Aiishhh, dia semakin menggila. Di majalah A dia setengah mengakuinya, tapi di tabloid B dia malah menyembunyikannya. Maunya apa sih?! Gak Konsisten….

 

Dia adalah fans-ku….

 

*****

 

Ya~ Ai lihat ini!!” hardik seorang gadis cantik berwajah Asia yang duduk di depan Ai seraya menunjukkan sebuah artikel dari majalah langganannya.

Baca lebih lanjut