Lampu Merah

24 Mei

Ini adalah tugas pertama dari kelas Menulis Kreatif di semester 4 tahun ini. Pertama kali nulis nih tugas masih sempet kagok juga, meski sebenarnya udah tau mau nulis apa dan tentang apa… tapi gak tau kenapa masih ajah kagok. alhasil nilai yang keluar buat nih tugas gak begitu baik juga… ya, namanya juga tugas pertama – ibarat orang PDKT mah masih dalam masa perkenalan gitu deh. Cuman pas ngerjain tugas-tugas Menulis Kreatif yang lainnya sih udah mulai lancar-lancar ajah kayak jalan tol… hahaha *narsis.com*

OK deh gak mau banyak nulis yang ujung-ujungnya ntar jadi gak penting, mending prologe-nya diudahin ajah deh. Mari kita langsung menuju ke topik yang sebenernya dari nih postingan. Postingan kali ini tentang Lampu Merah… Langsung cekidot ajah ya~ >_6

LAMPU MERAH


Perjalanan pulang dari mengambil uang di atm MM Ekonomi UGM daerah Jakal telah membuatku sedikit sebal. Meskipun hanya jalan kaki bukan dengan naik motor, tapi tetap saja membuat hati kesal kalau sedang berjalan di jalan yang satu ini. Alasan kenapa jalan ini sedikit menyebalkan karena menurutku Jakal adalah satu-satunya jalan yang gak pernah ‘mati’. Mungkin karena letaknya yang sangat dekat dengan UGM, lingkungan kost-kostan dan juga banyak toko-toko yang berjejer di sepanjang jalan telah menjadikan Jakal begitu sangat ramai dan padat. Selain itu juga mungkin karena jalan raya dekat MM ekonomi berada di perempatan jalan sehingga terlihat tidak pernah sepi dari kendaraan bermotor. Setiap menit bahkan detik pasti selalu saja ada kendaraan yang lewat dari arah lain atau juga dari arah yang berlawanan. Entah dari arah selatan, timur, barat ataupun arah utara sekalipun selalu saja ada motor atau mobil yang lewat. Hal itu menyusahkanku untuk menyeberang jalan.

Ngomong-ngomong tentang perempatan, pasti ada lampu merah atau biasa disebut lampu ‘bangjo’. Lampu merah? Sambil berjalan pulang ke kost-an, aku melihat mobil atau motor yang berjejer tidak rapi di lampu merah. Aku perhatikan sekelilingku, semakin mendekati lampu merah banyak hal yang aku lihat. Aku melihat ada beberapa pengamen dan tukang nge-lap motor atau mobil di jalan. Beberapa dari mereka mulai menjalankan tugasnya. Lalu beberapa dari para pengendara motor, ada juga yang sambil menunggu lampu hijau mengobrol dengan orang yang diboncengkannya atau kalau hanya sendirian, ada yang melamun – entah sedang memikirkan apa. Selain itu antrian motor dan mobil di lampu merah terkadang suka mengambil jalur kiri yang seharusnya untuk kendaraan yang akan belok ke kiri dari arah utara. Detik-detik lampu merah pun hampir habis. Saat aku belok, lampu merah pun berganti menjadi lampu hijau, seketika semua kendaraan yang ada saat itu langsung berebut keluar menghindari terjebak lampu merah untuk kedua kalinya.

by Sri M. / 14316

ps : btw kok setelah diposting, tulisannya cuma jadi dikit ya? tapi pas ditulis di ms. word bisa ada satu lembar tuh… hupft >___<;; oh ya, makasih juga buat para readers yang telah membaca postinganku kali ini…^^ sampe ketemu dipostingan selanjutnya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: