Bus Kota Jalur 7

26 Mei

Akhirnya postingan kedua untuk halaman TuLisaN KReaTiF rilis juga. Sempet terhenti karena ada materi postingan lain yang mendadak ingin aku terbitin lebih dulu… hohoho >0<;;

Postingan kali ini masih diambil dari tugas kedua kuliah Menulis Kreatif. *Tulisannya kayaknya masih biasa-biasa ajah ya*. Oh ya,,, kalo postingan kemarin nyeritain tentang Lampu Merah, maka postingan kali ini nyeritain tentang bus kota. Pastinya kalian pernah dong atau mungkin sering banget naik bus kota. Nah seperti apa arti bus kota bagi kalian? Atau mungkin kalian punya cerita menarik tentang bus kota? hahaha… yang jelas di dalam bus kota ada banyak hal yang terjadi… banyak hal yang bisa kita perhatiin… bahkan di dalam bus kota mungkin ada cinta yang bersemi *sinetron mode on*.

OK… prolouge-nya kurasa gak usah panjang-panjang *emang yang diatas bisa disebut dengan prolouge?kkkk*. Lebih baik kita langsung saja ke inti postingan kali ini, cekidot….

Bus Kota Jalur 7

Bus kota?! Siapa sih yang tidak pernah naik bus kota barang sekalipun. Ingat atau tidak ingat, dulu atau sekarang, suka atau tidak suka, terpaksa atau memang sudah keadaannya, kita pasti pernah naik bus kota. Entah itu bus kotanya bagus, nyaman, ber-AC sampai yang jelek, karatan, panas dan terkadang suka ugal-ugalan. Kota Jogjakarta sendiri memiliki banyak bus kota dengan sekitar 10 lebih jalur atau trayek-trayek bus. Selain itu Jogjakarta juga punya bus kota yang serupa dengan busway yang ada di Jakarta yaitu TransJogja (TJ). Bedanya TransJogja tidak memiliki jalur khusus seperti busway di Jakarta.

*di atas bukan gambar bus kota Jogja lho, itu gambar salah satu bus kota di Korea*

Ngomong-ngomong bus kota di Jogjakarta, hari ini aku bersama temanku hendak pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di Jogja, Amplaz, naik bus kota. Beruntung hari ini aku tidak harus menunggu lama, kurang dari 5 menit bus jalur 7 pun datang. Meskipun tidak sesering teman-temanku yang lain, ini juga bukan untuk pertama kalinya aku naik bus kota. Hanya saja ada sedikit rasa malas jika harus naik bus kota. Ada beberapa alasan yang membuatku menjadi malas setiap naik bus kota terutama bus kota Jogja. Namun meskipun demikian, aku juga tidak menolak jika harus pergi menggunakan bus kota lagi.

Pertama, rasa panas di bus. Ya, pasti semua orang yang naik bus kota merasakan hal yang sama denganku. Rasa panas menyerang setiap kali masuk ke dalam bus terlebih jika udara di luar memang sudah panas. Dan hari ini udara memang sedang panas-panasnya, sepertinya nanti sore akan turun hujan. Meskipun keringat sudah membasahi muka, tapi aku tetap bercanda dengan teman-teman yang lain. Udara di bus bertambah panas saat bus terjebak lampu merah. Tidak ada semilir angin yang berhembus dari jendela karena bus tengah berhenti. “AC dong… AC…,” gumamku saat itu dengan nada bercanda ke arah teman-teman yang lain sambil mengibas-kibaskan tangan.

Kedua, sopir bus yang gak sabaran. Seperti yang sudah diketahui oleh orang-orang, kebanyakan sopir bus kota tidaklah sabar. Bukan sekali atau dua kali saja merasakan ketidaksabaran para sopir bus kota, meskipun tidaklah terlalu sering tapi itu cukup mengganguku. Yang aku sayangkan dari rasa ketidaksabaran mereka adalah cara mereka memeperlakukan penumpang saat pertama kali naik bus. Inilah yang sering kurasakan saat hendak naik maupun turun bus dan hari ini pun aku merasakannya lagi. Saat bus jalur 7 datang, aku lah yang paling terakhir naik. Belum semua anggota badan masuk ke dalam bus yang mengakibatkan diriku belum siap, tiba-tiba si sopir sudah menginjak gas. Aku pun sempoyongan dan hampir jatuh. Untungnya aku masih sempat berpegangan pada tiang yang ada di samping pintu bus. Sebal, tentu saja, tapi aku berusaha untuk bersabar dan menganggapnya sebagai sebuah sensasi ‘menggemaskan’ saat naik bus.

Ketiga, kondisi bus. Jujur, rata-rata kondisi bus kota Jogja dalam kondisi yang memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan angkutan bus di kotaku, bus kota Jogja jauh di bawah standar. Di dalam bus, karena kepanasan kami memilih untuk berdiam diri. Kami mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti penumpang bus yang lain. Diam dan melihat ke arah luar jendela. Lalu, iseng kuperhatikan isi bus. Karatan dan ada beberapa bagian bawah bus yang bolong, jok bangku yang bolong juga, atap bus yang kusam, tidak ada lampu, dan lain-lain. Aku sempat melihat ada tempat untuk menaruh kipas angin di atap bus tersebut, tapi sayangnya kipas anginnya tidak ada. Mungkin dibawa pulang oleh pak supirnya untuk kipasan di rumah. hehehe… *yang ini becanda*

Memang tidak semua bus kota Jogja seperti itu, tapi seperti yang aku bilang kalau di Jogja lebih banyak bus yang seperti itu yang masih aktif ketimbang bus bagus yang jumlahnya masih sedikit. Jika koperasi-koperasi bus kota Jogja bisa diberi suntikan dana sedikit saja dari pemerintah kota, mungkin kondisi bus kota Jogja bisa sedikit lebih baik dari sekarang. Mungkin saja bisa.

“Amplaz!! Amplaz!!” kata si kondektur ke arah semua penumpang bus. Lalu kami pun bersiap-siap untuk turun sambil memegangi tas kami, takut kalau tiba-tiba ada ‘penampakkan tangan’ di tas kami. “Kiri!”. Bus pun berhenti tepat di depan pintu utama Amplaz dan lagi-lagi aku turun terakhir. Ketidaksabaran supir bus pun kembali terulang. Untung tidak jatuh tersungkur. hahaha ^0^

by Sri M. / 14316

credit : makasih buat mbah google yang udah membantu pencarian gambar bus kotanya… wkwkwk

2 Tanggapan to “Bus Kota Jalur 7”

  1. Naga212Geni 18 Juli 2010 pada 03:12 #

    Info yang menarik Bro, Semakin lengkap infonya maka akan semakin baik pula situs ini. Salam kenal dari 212. Ditunggu kunjungan balasannya ke situsku. Terimakasih. Melanjutkan Blogwalking dulu…

    • olipayoe 31 Juli 2010 pada 14:08 #

      makasih atas komennya….^^
      ok….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: