Idol group Korea = ‘produk’ dagang (???)

10 Agu

K-pop…..

Apa yang kita pikirkan saat mendengar orang menyebut kata “musik pop Korea” atau yang lebih dikenal dengan nama K-pop? Kata pertama apa yang akan terlontar dari mulut kita untuk menggambarkannya? Aku yakin, pasti kita akan menyebutkan list nama-nama Idol (group) Korea yang kita ketahui seperti TVXQ, Super Junior, SS501, FT Island, CN BLUE, 2PM, Big Bang, 2AM, Beast, UKISS, SNSD, Wonder Girls, KARA, 4Minute, After School, dan masih banyak lagi. Bahkan saking banyaknya Idol (group) Korea sampai-sampai kita tidak tahu apakah nama Idol (group) Korea tersebut sudah disebutkan atau belum. Mungkin kalau kita buat list Idol (group) Korea, satu lembar kertas folio bolak-balik tidak akan cukup.

Dan seperti yang kita ketahui selama ini, dunia musik Korea memang lebih banyak dipengaruhi oleh Idol group, baik boyband maupun girlband. Karena itulah satu lembar kertas folio bolak-balik pun tidak akan cukup untuk menampung sejumlah nama-nama Idol group Korea, entah itu yang sudah ‘senior’, yang masih debut, atau bahkan yang masih dalam daftar tunggu di perusahaan manajemen masing-masing. Ya… seperti itulah kehidupan panggung musik Korea, dominasi Idol group lebih mewarnai setiap penampilan di berbagai acara musik. Nominasi-nominasi penghargaan pun juga lebih dikuasai oleh Idol group. Bangga, itu memang sudah seharusnya bukan? Tetapi jika kita bisa melihat dengan sangat jeli, bukan hanya sebagai seorang fans dari sejumlah Idol group Korea melainkan juga sebagai mungkin pengamat dunia hiburan Korea, kita akan mendapatkan sesuatu yang diluar bayangan kita selama ini *sok berpengalaman*.

Idol group = ‘produk’ dagang

Sebuah produk dagang haruslah dibuat seapik, seindah, secantik, dan semenarik mungkin. Sebuah produk dagang harus mengerti dan mengikuti selera pasar yang ada. Selain itu juga sebuah produk dagang yang dibuat harus memiliki konsep, visi, dan misi yang kuat sehingga membuat para pengguna selalu ingat dengan produk dagang tersebut. Bentuk, isi produk, dan bungkus yang digunakan juga perlu diperhatikan. Perusahaan juga harus mengetahui kemana dan pada range umur berapa produk dagang mereka tersebut akan dijual. Nama / merk pun tidak kalah penting dalam pembentukkan sebuah produk. Perusahaan dituntut harus membuat nama produk yang unik, mudah diingat namun tidak terdengar murahan.

Setelah semua tahap selesai, produk dagang tidak serta-merta dilempar kepasaran begitu saja. Produk dagang yang telah lulus tahap uji coba (testing) lah yang baru bisa dijual. Jika produk dagang tersebut sukses menarik perhatian, maka bisa dipastikan produk dagang tersebut akan tetap terus ada.

Kemudian tahapan terakhir adalah promosi. Sebuah promosi yang bagus tentu saja mampu mendongkrak angka penjualan produk yang dipromosikan tersebut, membuat orang-orang menjadi penasaran merupakan salah satu cara promosi yang patut untuk dicoba. Perusahaan juga bisa membuat iklan promosi televisi dengan image dan konsep sesuai dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Dan bila semua tahap produksi sudah dilakukan dengan baik maka produk pun siap dikonsumsi oleh masyarakat.

Menilik dari segala proses pembuatan sebuah produk dagang di atas, kita sepertinya harus tahu kalau sebenarnya proses pembentukkkan sebuah Idol group Korea pun nyaris sama dengan pembuatan sebuah produk dagang. Atau dengan kata lain Idol group Korea merupakan sebuah ‘produk’ dagang yang dibuat oleh perusahaan manajemen masing-masing. Ya… Idol group Korea yang kita puja-puja sampai detik ini hanyalah sebuah ‘produk’ dagang yang ditawarkan oleh perusahaan manajemen di Korea sana. Kasarnya, mereka bisa dibilang sebagai ‘mesin pencetak uang’ bagi perusahaan dimana mereka berada. (Sepertinya terdengar sangat kasar, tetapi memang begitu gambaran yang aku tangkap selama menjadi seorang K-poplover).

OK. Disini aku akan menjelaskan alasan kenapa aku sampai menyebutkan kalau Idol group Korea adalah sebuah ‘produk’ dagang yang ditawarkan oleh perusahaan manajemen di Korea. Aku akan mengambil nama salah satu Idol group Korea, boyband, sebagai contoh untuk mewakili sejumlah Idol group Korea yang lainnya. Idol group Korea tersebut yaitu ‘produk’ Super Junior.

‘Produk’ Super Junior diproduksi oleh salah satu perusahaan besar di Korea yang bergerak di bidang entertainment dengan target penikmat utama (fans) adalah remaja dengan kisaran umur 12 tahun-an. Selain sukses dengan ‘produk’ Super Junior mereka, perusahaan tersebut juga telah berhasil memproduksi ‘produk’ lain yang sejenis dan terbilang cukup sukses di pasaran, seperti ‘produk’ TVXQ, Shinee, SNSD, f(x), dan sebagainya.

Dulu saat tahap ‘penelitian’ (trainee), ‘produk’ Super Junior telah banyak menjalani serangkaian latihan yang cukup ketat, diantaranya latihan vocal dan dance. Selain itu ‘produk’ Super Junior juga tidak terlepas dari proses ujicoba seperti ‘produk-produk’ yang lainnya. ‘Produk’ SJ05 merupakan nama ‘produk’ Super Junior sewaktu dalam proses ujicoba sebelum dilepas ke pasaran secara resmi oleh perusahaannya. Dan sesuai dengan harapan perusahaan, ternyata ‘produk’ SJ05 mampu menarik minat masyarakat Korea pada saat itu. Perusahaan sangat senang hingga akhirnya memutuskan untuk menjual ‘produk’ SJ05 secara resmi di pasaran lokal. Kemudian, seiring berjalannya waktu dan atas kebijaksanaan perusahaan pulalah maka ‘produk’ mereka yang tadinya bernama SJ05 pun diganti menjadi Super Junior yang diikuti dengan penambahan jumlah anggota. Dan kini kita mengenal ‘produk’ Super Junior dengan 13 anggota (terlepas dari kasus kontrak salah satu anggotanya) + 2 anggota subunit Super Junior (Super Junior M) di Cina.

Meski memiliki anggota yang banyak, namun perusahaan cukup piawai dalam memoles ‘produk’ mereka agar laku dijual dipasaran. Perusahaan justru tidak membiarkan setiap anggota dari ‘produk’ Super Junior memiliki persamaan satu sama lain. Perusahaan malah menggabungkan setiap kelebihan masing-masing anggota dan menjadikannya satu dalam ‘produk’ Super Junior sehingga membuat orang-orang bisa mendapatkan satu paket lengkap ketika mengkonsumsi ‘produk’ mereka tersebut. Ibarat biskuit yang kalengnya super gede, didalamnya ada bermacam-macam rasa dan bentuk biskuit. Ada yang bundar dengan rasa susu, ada yang isi krim coklat, dan ada juga yang persegi bertabur gula nan manis di atasnya, nah… seperti itulah ‘produk’ Super Junior saat ini – mulai dari yang punya kemampuan bernyanyi bagus dengan suara merdu yang sanggup bikin hati cewek meleleh, ada yang jago nge-dance sampai-sampai dijuluki dancing machine, lalu ada yang mahir membawakan acara sambil ngebanyol lucu, sampai ada juga yang jauh-jauh datang dari negeri tirai bambu. Disamping itu ‘produk’ Super Junior’ juga pernah mencicipi berbagai macam konsep dan image sesuai album mereka, mulai dari yang cutie boy, pretty boy, boyish, sampai yang di album ‘Bonamana’ sekarang ini, yaitu mature dan lebih kita kenal dengan konsep SJ’s Funky.

Dari sekian banyak proses produksi yang telah dilewati oleh ‘produk’ Super Junior, ternyata pada proses promosi lah yang paling banyak menguras waktu dan tenaga. Strategi pemasaran yang bagus dan sempurna harus digunakan agar ‘produk’ Super Junior bisa laku di pasaran sekaligus mampu bersaing dengan ‘produk-produk’ sejenis yang mulai bermunculan. Saingan ‘produk’ Super Junior tidak hanya datang dari ‘produk-produk’ lama (senior) seperti mereka melainkan juga berasal dari ‘produk-produk’ baru yang semakin banyak bermunculan dengan konsep yang tidak kalah kuat juga. ‘Produk’ Super Junior dituntut harus lebih berusaha keras agar bisa mempertahankan posisi mereka ditengah persaingan, maka dari itulah mereka membutuhkan sebuah promosi besar-besaran dengan budget sesuai kondisi perusahaan pada saat itu.

Salah satu contoh metode promosi yang selalu digunakan oleh perusahaan ‘produk’ Super Junior adalah tentang (cara) perilisan teaser debut maupun comeback, mp3, dan MV yang biasanya dirilis dengan selang waktu semingguan merupakan salah satu cara promosi yang dilakukan perusahaan tersebut untuk membuat masyarakat menjadi lebih penasaran dan antusias terhadap ‘produk’ Super Junior. Dan dengan cara promosi seperti itulah, masyarakat akan dibuat bertanya-tanya seperti apa lagu baru mereka? Koreografinya keren atau tidak? Konsep apa lagi yang mereka pakai? Genre musik apa yang akan mereka bawakan kali ini? Seperti apa MV mereka? bahkan sampai style baju dan rambut dari ‘produk’ Super Junior pun ikut dipertanyakan. Lalu setelah semuanya rilis, maka secara otomatis pula mereka akan menjalani masa promosi panjang di berbagai acara baik itu program musik mingguan maupun sebagai tamu di berbagai program variety / reality show terkenal di Korea. Hal tersebut juga termasuk kedalam cara promosi ‘produk’ Super Junior. Karena itulah semakin sering mereka tampil di layar kaca maka bisa dijamin mereka bisa meraih perhatian masyarakat sekaligus mengukuhkan diri sebagai salah satu ‘produk’ yang bisa diunggulkan.

Nah bagaimana kalo sekarang kita coba bayangkan jika seandainya Super Junior adalah benar-benar sebuah produk dagang yang dijual di berbagai supermarket. Kali ini aku akan mengambil perumpamaan kalau Super Junior adalah sebuah produk teh terkenal. Lalu bayangkan jika ada sebuah kotak teh dengan tulisan besar di depannya, “Super Junior”, sedang tersusun rapi di rak-rak penjualan supermarket. Kita juga bisa membandingkan ‘produk teh’ merk Super Junior dengan produk teh lain, misalnya ‘produk teh’ merk 2PM atau ‘produk teh’ merk SS501, yang sama-sama tersusun rapi di rak penjualan tepat disamping kanan-kiri ‘produk teh’ merk Super Junior. Namun jika ada beberapa dari kalian yang kesulitan membayangkan itu semua, kalian bisa menggunakan foto maupun gambar dari Super Junior atau Idol group Korea yang kalian sukai. Kemudian bandingkan dengan foto atau gambar Idol group Korea yang lainnya, yang penting masih satu jenis. Apa yang kalian pikirkan atau dapatkan saat membayangkan itu semua??? selamat mencoba…..

Dan inilah hasil bayanganku (nama merk pembandingnya itu cuma khayalanku ajah)….^^

‘produk’ merk super junior =  produk teh merk “palingwangi”

Diproduksi oleh:  SM entertainment = PT paling yahud

Jenis produk: Idol group Korea = teh

Macam produk: Boyband / girlband / band = Teh seduh / teh celup / teh pelangsing

Nama merk: Super Junior = palingwangi

Image produk: Mature / dewasa / namja / boyish / beastly “bonamana” = ???bingung???hehehe

rasa: Bermacam-macam (sesuai selera) = Melati, vanilla, rasa buah

Bentuk produk: Sesuai pribadi masing-masing member = Disamakan, kalau bundar ya bundar semua

Isi produk: 13 + 2 (bonus) = 10 misalnya (tergantung merk)

Bungkus: Black, abu-abu, sepia, white, fullcolour (tergantung album, selera member dan stylish) = Kotak berwarna hijau

Dijual di: Pasaran Korea dan Asia = Indonesia dan sekitarnya

Range umur pengkonsumsi: Sekitar umur 12 – 30an = Segala usia

Testing: SJ05 project = Biasanya ujicoba di supermarket

Promosi: MV dan teaser, website, gossip, variety / reality show, perform / showcase = Iklan televisi, iklan media cetak, sponsor sinetron / pameran, dijual di mall-mall sebagai pelepas dahaga

Lalau bagaimana dengan kalian semua??^_^

Nb: postingan kali ini bukan bermaksud untuk menjatuhkan siapapun dalam hal ini idol group Korea, jadi jangan terlalu dianggap serius….kamsahamnida (kalo ada kesempatan aku bakal lanjutin postingannya^^)

4 Tanggapan to “Idol group Korea = ‘produk’ dagang (???)”

  1. tonya13kyu 12 Agustus 2010 pada 11:43 #

    daku datang~ *dilempar*
    iya noh, suju mank supermarket paling komplit. Mau produk apa aja tersedia. Tpi justru itulah yang buat kita senang ngidolain mereka. Abisnya gk bakalan bosan. Klo borring ma tipe Sungmin yang ‘alim’ tinggal kabur ke kyuhyun yang evil. Ato kangin yg brisik~
    hahahaha.

    tapi yg bikin sakit ati tuh managemennya. gk punya perasaan! hahaha… *menyimpang.com

    • olipayoe 12 Agustus 2010 pada 14:37 #

      stuju…stuju….klo aku lbh suka ngebayangin mereka tuh produk biskuit merk superjunior kkkkk^^
      kalo pengin makan biskuit bentuk bundar isi coklat tabur chocochip tinggal ‘ambil’ shindong, klo lg ngidam biskuit tanpa bentuk tp rasa susu tinggal ‘makan’ heechul, klo pengin biskuit dg taburan gula manis tinggal pilih leeteuk atau sungmin….huaaa bnyk mpe bingung mo milih biskuit yg mana >.,<

  2. park seulhyo 25 Oktober 2012 pada 17:35 #

    setuju chingu saking lengkapnya sampai nggak tega buat di makan #nah loh

  3. kamila 22 Desember 2013 pada 12:22 #

    apa’an afterschool plagiat akb48😛 konsepnya aja sama cuma afterschoo ga pake theater dan bukan idol you can meet everyday

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: