“SWEET ATTACK”

3 Jun

Tags : Drabble

Genre : Romance

Cast : Cho Kyuhyun

Baru dua minggu Ai berada di negara super aneh ini, Korea. Kesan pertamanya tentang negara satu ini adalah ‘waktu berjalan dengan sangat cepat di negara ini’… entahlah, seperti itu keadaannya atau hanya perasaannya saja. Sebenarnya Ai tidak terlalu sangat menyukai negara ini hingga memojokkan negaranya, tapi dia sama sekali tidak membenci negara ini juga. Seperti kata salah seorang dosennya bahwa tidak semua yang ada di Korea itu baik dan tidak semua yang ada di Indonesia itu buruk. Kata-kata itu yang pada akhirnya sedikit mengubah cara pandangnya terhadap negaranya juga negara ini. Dan meski dia belajar bahasa Korea, itu bukan berarti Ai adalah seorang maniak K-pop seperti orang-orang kebanyakan. Bahkan siapa itu Super Junior… dia saja baru tahu boyband itu di semester 2, itu pun gara-gara temannya yang setiap hari hampir mencekoki dirinya dengan lagu-lagu mereka. Tapi, Ai salut dengan temannya yang mampu menghafalkan wajah semua member Super Junior yang jumlahnya melebihi seperangkat gelas cantik di rumah.

Suatu pagi di suatu hari…

Entah apa yang sedang terjadi pada Ai hari ini. Sudah bangun kesiangan, salah naik subway, baterai ponsel lupa di-charge, bertemu pria aneh super pelit… “oh tidak, mimpi apa aku semalam,” gumam Ai  kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya dan menggaruk-garuk rambutnya yang sama sekali tidak gatal. Tak lama, kulihat hampir semua orang yang ada di dalam bus sedang memperhatikan tingkahnya itu. Tiba-tiba rasa malu yang tak tertolong menyergap dirinya. Lalu dengan sigap ditariknya tudung topi hoodie warna biru muda miliknya itu hingga menutupi separuh wajah kuning langsatnya, sambil berharap bahwa salah satu dari mereka tidak ada yang mengenali Ai. Tuhan… ini pertama kalinya dalam sejarah, aku merasa waktu di Korea berjalan amat lambat. Kumohon Tuhan, semoga bus ini mengantarkanku ke tempat yang benar, jangan biarkan hambamu ini nyasar lagi, batin Ai memelas. Sembari menunggu perjalanan bus yang terasa amat lama ini (bajaj saja masih lebih cepat), Ai memutar sebuah lagu milik CN BLUE dari playlist mp4-nya. Oh… sepertinya sekarang aku sedang terjangkit CN BLUE syndrome, batin Ai lagi. dilayangkan pandangannya ke luar jendela, menatap langit kota Seoul yang biru – menerawang, mengingat kembali kejadian 40 menit yang lalu, saat dimana dia bertemu dengan seorang pria yang membuatnya kesal sampai sekarang.

40 menit yang lalu di Nanina coffee shop

Terlalu mudah mata-mata itu memandang sesuatu dengan sangat rendahnya. Terlalu atau bahkan dengan sangat amat rendah mata-mata itu menilai apa yang ada di sekitarnya – menyalahkan, memojokkan, menghakimi sesuatu yang bahkan mata-mata itu sendiri tidak tahu faktanya. Mata-mata itu mungkin saja tak pernah merasa seperti apa rasanya dipandang dengan tatapan seperti itu. Mata-mata itu tak akan pernah tahu, seberapa banyak rasa sakit dan perih yang harus ditampung oleh si objek penderita…, tulis seorang pria berumur 20-an yang mengenakan kaos putih dengan hoodie garis-garis hitam abu-abu di sebuah buku note berukuran sedang berwarna coklat tua. Topi baseball warna putih yang dia kenakan nyaris menutupi sebagian wajah putih bersihnya. Sembari mengunyah sisa-sisa sandwich keju yang ada di dalam mulutnya, dengan cepat, pensil yang dipegangnya beradu dengan kertas-kertas note miliknya. Dia terlihat sangat menikmati setiap kata demi kata yang ditulisnya. Saking asiknya, dia tak pernah memperhatikan keadaan sekelilingnya, hingga seorang gadis datang menghampiri dirinya.

“Permisi… maaf, bolehkah aku meminjam ponselmu sebentar saja?” Tanya Ai yang berdiri di samping meja pria itu seraya memainkan jari tangannya.

Sontak pria itu mendongak, lalu diperhatikannya Ai dari atas hingga bawah. Namun, tak lama kemudian, dia justru memilih untuk kembali tenggelam dalam permainan kata-kata yang ada di buku note miliknya. Dia seolah terlihat enggan untuk meladeni Ai yang masih berdiri di samping mejanya. Bahkan tak sepatah katapun keluar dari mulutnya, meskipun hanya untuk menolak permintaan Ai. Gadis aneh macam apa yang tiba-tiba datang dan meminta untuk dipinjami ponsel, batin pria bertopi baseball yang bernama Kyuhyun itu, sambil melirik sinis ke arah Ai. Ya… pria bertopi baseball putih itu adalah Kyuhyun, Cho Kyuhyun, salah satu anggota Super Junior. Tapi, Ai tak pernah membayangkan kalau dia akan bertemu dengan salah satu idola nasional Korea dengan cara yang teramat tidak wajar.

“Hei,,, permisi…,” hardik Ai lagi, kali ini sambil menarik sebuah kursi yang ada di depan Kyuhyun. “Kau tidak sedang pura-pura tuli kan…? Bisakah aku meminjam ponselmu sebentar, tuan bertopi baseball?? Ponselku mati dan aku harus menghubungi seseorang saat ini…,” ujar Ai panjang lebar dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan.

Kyuhyun tak bergeming. Dia hanya melirik acuh ke arah Ai. Sembari tetap menulis di buku note-nya, Kyuhyun membatin heran, wajahnya tak seperti orang Korea kebanyakan, bahkan bisa dikatakan tidak mirip sama sekali. Matanya kecil, memiliki lipatan mata dan hidungnya tidak begitu mancung. Operasi di dokter bedah kecantikan mana dia…?.

Sudah hampir 3 menit Ai duduk di depan Kyuhyun, menanti respon positif Kyuhyun atas permintaannya itu. Namun lama-kelamaan dia pun mulai kesal dengan sikap tak perduli Kyuhyun terhadap dirinya. Lalu ditariknya buku note milik kyuhyun dengan kasar, menyisakan coretan panjang di atas kertas dari pensil yang sedang dipegang Kyuhyun.

Dengan sorot mata penuh api, Kyuhyun mendongak – menatap tajam mata Ai yang ada di hadapannya. “Pinjam saja pada orang lain. Aku tidak punya ponsel,” ujar Kyuhyun dengan sinis.

“Lihat!! Aku harus pinjam ke siapa…. Di sini tidak ada siapa-siapa lagi selain kamu, tuan topi baseball,” bantah Ai.

Kyuhyun sontak memperhatikan sekeliling. Gadis itu benar, tidak ada tamu lain selain dirinya di kafe itu. “Kalau begitu pakai saja telepon umum di taman ujung jalan sana,” tolak Kyuhyun seraya menunjuk ke arah taman yang bahkan dari dalam kafe pun tidak terlihat sama sekali.

“Kalau aku punya uang receh, maka aku tidak akan ada di sini saat ini,” ujar Ai sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi lalu membaca tulisan Kyuhyun barusan.

“Hei!! Apa yang sedang kamu lakukan..?!! Kembalikan bukuku…,” hardik Kyuhyun kesal.

Ai pun menutup buku note milik Kyuhyun itu. Kepalanya dimiringkan 45 derajat ke arah kanan seraya tersenyum licik. “OK!! Akan kukembalikan bukumu ini, asalkan kamu mau meminjamiku ponsel?”

Tapi Ai tidak pernah tahu dengan siapa dia berhadapan saat ini. Kyuhyun memutar kedua bola matanya, mencoba mencari ide yang lebih licik lagi. Tak lama kemudian, dibalik topi baseball, sebuah senyum terukir diujung bibirnya. “Aku setuju. Aku akan meminjamimu, tapi kembalikan dulu bukuku,” ujar Kyuhyun sembari merogoh-rogoh saku celananya.

“Ini…,” kata Ai polos, mengembalikan buku note milik Kyuhyun. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dengan cepat Kyuhyun meraih bukunya itu. Dia mengucapkan terimakasih sambil mengacung-acungkan bukunya. “Cuma ucapan terimakasih..?? Kamu tidak lupa kan dengan janjimu tadi?” kata Ai lagi.

“Tentu saja tidak,” ujar Kyuhyun sambil memasukkan buku dan pensilnya ke dalam tas punggung berwarna hitam yang ada di sampingnya. Tak lama kemudian tangan kirinya menyodorkan sesuatu ke arah Ai yang ada di hadapannya itu, sedangkan tangan kanannya menggenggam pegangan tas punggung hitamnya. Dicondongkan tubuhnya ke arah depan, membuat jarak antara mereka semakin dekat. “Ini kupinjami uang recehku untukmu. Gunakan dengan baik ya…,” lanjut Kyuhyun sambil menepuk pundak Ai 3 kali lalu melongos pergi. Sedangkan Ai masih saja duduk diam terpaku, menatap uang receh yang ditinggalkan Kyuhyun di meja. Di sisi lain, sambil membenahkan posisi kacamatanya, tawa penuh kemenangan meledak di dalam hati Kyuhyun sesaat setelah meninggalkan Ai di sana.

(Kembali ke Ai di dalam bus kota)

Seraya menatap sisa uang receh di tangannya, Ai bergumam kecil, “Jika Tuhan mengijinkan kita bertemu sekali lagi, pasti akan kukembalikan uang recehanmu ini, tuan topi baseball…!!!”. Dan bus pun masih melaju lambat, menyusuri jalanan kota Seoul yang cukup ramai….

By Olipayoe as author

*FF ini baru saja aku kirimkan hari ini ke blog khusus FF superjunior (superjuniorfanfiction)…hehehe….

2 Tanggapan to ““SWEET ATTACK””

  1. IraRefia 26 Juni 2011 pada 12:10 #

    wow ini pengalaman yang sangat menarik…., I like it ^^

Trackbacks/Pingbacks

  1. SWEET ATTACK page 2 « Olipayoe's Blog - 18 September 2011

    […] udah baca 'sweet attack' yang pertama (?). Cerita kali ini masih tentang Ai dan Kyuhyun dalam kisah (kebetulan) yang berbeda. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: