The story of number one

17 Sep

Tags : Ficlet

Genre : Romance

Cast : No cast

Mungkin atau bahkan memang benar kalau aku tidak tahu dan belum bisa. Karena itulah, bisakah mengajariku tentang hal itu?? Membuka mataku akan dunia baru yang belum tersentuh olehku. Dunia penuh gemerlap lampu warna-warni yang tergantung indah di udara. Bukan dunia penuh kesendirian yang menyelimuti dimensinya, bukan pula dunia penuh amarah di setiap rengkuhannya.

Aku…tidak butuh dunia nan angkuh layaknya perisai emas bertabur kristal. Aku hanya butuh dunia penuh tawa berajut kehangatan…. Dunia itu bukan untuk bersembunyi, melainkan untuk beristirahat – bersandar dalam pelukan kedamaian, karena aku lelah jika harus menangis dalam diam. Bisakah memberikanku dunia seperti itu dan mengajariku ketegaran?

Aku tidak berharap mendapatkan kisah layaknya dunia dongeng walt disney. Aku juga tidak berharap menemukan pangeran berkuda putih yang mencium bibirku bak seorang putri tidur. Itu hanya khayalan. Penuh fantasi. Alih-alih membayangkan aku lebih suka berdoa pada Tuhan, bisakah pertemukanku pada sosok Donald Bebek bercampur Mickey Mouse ala-ala Popeye..??

Tuhan, ini bukan kegalauan dalam hati. Bukan juga kerisauan di tengah malam. Bukan. Jadi jangan berpikir demikian.  Aku hanyalah seorang gadis polos yang belum mengerti bagaimana caranya menggapai bintang.  Engkau yang menciptakanku. Bukankah Engkau pula lah sutradara terhebat sepanjang masa? Tak akan ada kesalahan cerita dalam setiap script yang telah Engkau buat, bukan…!?, tulisnya dalam selembar kertas tua nan usang berwarna coklat-kekuningan, tepat jam 12 malam. Tapi, aku bukan cinderella yang kemudian akan berubah menjadi si upik abu. Aku tidak punya peri tua yang baik hati dalam kisah hidupku, ok. Lagi-lagi itu hanya fantasi si pengarang yang terlalu gila dalam menghadapi realitas, menurutku.

Mataku terlelap. Terpejam dengan semburat lelah menghiasi wajah. Tubuhku terkulai lemas di atas lantai keramik kamar, berselimut dinginnya malam. Sampai jumpa, kisahku. Kuhentikan semuanya sampai titik ini. Dan aku akan merajut rangkaian kata tentang kisahku di esok hari. Semoga mentari masih tersenyum indah besok pagi…🙂

Olipayoe as author

#picture’s source >>> Google search#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: