#Jurnal 3 : Menunggu

19 Okt

Menunggu. Siapa yang mau melakukan pekerjaan paling membosankan itu dengan suka rela..? Jika ada, saya akan mengacungkan kedua jempol.. oh, tidak, bahkan jika perlu jempol kaki saya juga akan saya acungkan, jika bisa. Tapi ingat HARUS dengan SUKA RELA. Bukan karena terpaksa atau suatu keharusan yang memang sudah seharusnya dilakukan. Hah… bahasa saya sedikit membingungkan sepertinya.

Saya juga tidak begitu perduli apakah orang itu akan membaca postingan ini atau tidak. Karena saya memang sudah tidak perduli (lagi). Toh, siapa dia…. Dia bukan ayah saya, bukan kakak saya, bukan dari silsilah keluarga saya, dan bukan pula pacar (tersayang) saya. Dia hanya teman. Tunggu, teman???. Tidak, seharusnya mungkin saya mengatakan dia adalah salah satu dari orang yang saya kenal. Rasanya terlalu mudah mengatakan bahwa dia salah satu teman saya sedangkan pada realitanya kami tidak begitu dekat, menurut saya secara pribadi lho. Hahaha… sepertinya kata-kata saya ini terlalu sombong. Maaf ya…. 너무 뻔뻔했나보네~ ㅋㅋㅋ 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: