SWEET ATTACK page 5 (마지막 회)

16 Nov

Tags : fanfiction

Genre : Romance

Cast : Cho Kyuhyun, Ai

 

Note: Semua kalimat yang dicetak miring (selain kata dalam bahasa Inggris dan Korea) adalah POV masing-masing tokoh ^^

 

 

“Ai! Aaaiiiiiiii!!” Terdengar suara orang setengah berteriak sambil menggedor pintu rumah.

 

Ai yang belum ada 5 menit terlelap dan masuk ke dalam alam bawah sadarnya tersentak karena gangguan itu. Dengan mata masih terpejam, tangannya meraba-raba ke meja kecil di sebelah tempat tidurnya untuk mencari  jam weker biru berbentuk doraemon. Hadiah seseorang. Pukul 1.36 pagi.

 

Siapa sih yang datang pagi-pagi begini? Tunggu, pagi? Matahari saja masih bergulat di belahan dunia yang lain. Bukankah ini masih masuk kategori tengah malam! Tidak sopan sekali. Ai menarik selimut tebalnya, menutupi hampir seluruh tubuhnya. Dia sudah hendak tidur lagi ketika teriakan itu terdengar lagi. Kali ini lebih keras.

 

“Aaaaiiiiii!!!”

 

Suara pria?! Siapa? Seong Ju oppa? Tidak mungkin. Dia tidak akan datang tengah malam seperti ini sambil berteriak dan menggedor pintu rumah orang dengan kasar. Jelas, dia bukan tipe pria yang seperti itu.

 

Dengan posisi kaki masih tertutup selimut tebal, Ai mengucek matanya, berusaha menyadarkan diri untuk mendengar lebih jelas.

 

“Ya~ Aaiiiiii!! Buka pintunya!”

 

Uh-oh, bukan suara Seong Ju oppa. Lalu suara siapa?. Dengan masih terkantuk-kantuk, Ai segera beranjak dari tempat tidurnya dan buru-buru menuju ke pintu depan tanpa berganti piyama dengan rambut super berantakan.

 

“Akhirnya kau membuka pintu juga…,” sapa pria yang kini tengah berdiri di depan pintu rumah Ai seraya melambaikan tangan pucatnya. Kedinginan.

 

Kyuhyuuunn?! Tanpa dikomando Ai sontak menutup pintu rumahnya. Berdiri seraya bersandar, kaget, membelakangi daun pintu berwarna coklat tua itu. Dia bergegas berlari kesana kesini–menyisir rambut dan meraih sweater panjangnya. A a a a u u u o o o o…. Kemudian dia membuka kembali pintu rumahnya. Wajah ngantuknya kini telah berubah sinis. “Kau gila ya?! Tengah malam berteriak-teriak di depan rumah orang!”

 

“K…ka..au se..dang tiduuuur ya?” sahut Kyuhyun dengan terbata-bata. Badannya menggigil kedinginan. Matanya menatap Ai seolah-olah sedang bertelepati ‘tolong-biarkan-aku-masuk-sebentar-saja’. Tapi kerutan di dahi Ai seakan langsung menolak permohonannya, ‘tidak-akan-kubiarkan-kau-masuk’.

 

“Untuk apa kau tengah malam datang ke rumahku? Berteriak, membuat kupingku sakit saja..,” ujar Ai sambil menggaruk kupingnya yang tidak gatal.

 

“Aku hanya ingin melihatmu dan…,”

 

“Dan..”

 

“Aku datang untuk memberikanmu iii—,” Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Ai kembali bersikap defensif padanya.

 

“Aku tidak butuh puluhan, bukan, bahkan ratusan bunga mawar darimu. Kau tahu, aku tidak suka mawar. Jadi pulanglah. Manajermu pasti akan mencarimu kalau dia tahu kau tidak ada di dorm saat ini.” Ai menelan ludah saat mengatakannya. Dia berusaha agar suaranya tidak terdengar bergetar, namun raut wajahnya mengkhianatinya.

 

Kyuhyun yang masih tidak menyangka gadis itu bersikap dingin padanya tampak syok, namun segera dapat mengendalikan dirinya. Sedetik dia menundukkan kepalanya, kemudian diangkat kepalanya dan tersenyum ke arah Ai. Senyuman manis seorang Cho Kyuhyun yang selalu terpasang di muka tampannya itu. Namun tak bisa menyembunyikan rasa kecewa yang terselip dibalik senyumannya. Dan Kyuhyun pun pergi tanpa suara.

 

Ai menatap punggung Kyuhyun yang berbalut blazer warna biru tua. Tangan kanan Kyuhyun menenteng seikat bunga mawar yang baru saja dia tolak mentah-mentah. Lemas. Kyuhyun juga tampak lusuh untuk ukuran seorang ikon hallyu wave, baginya. Sepertinya, tidak, tapi memang iya, pria itu kedinginan. “Dasar, artis bodoh!! Di cuaca sedingin ini kenapa malah memakai baju tipis seperti tadi. Walaupun baru pulang syuting, seharusnya dia memakai baju tebal. Dia… membuat khawatir saja.”

 

Aigoo! Ngomong-ngomong ini sudah hampir 4 bulan, sejak berita pacaran kami menyebar. Aku kira berita itu akan mereda dengan sendirinya, seperti berita-berita para artis lainnya. Tapi, nyatanya, berita itu semakin menjadi-jadi saja. Sekarang… banyak orang yang mencari-cari diriku. Dan itu semua gara-gara si artis bodoh satu itu. Kenapa dia malah membuat berita itu semakin memanas di tengah cuaca dingin. Lalu kenapa manajemennya cuma diam saja melihat tingkah sembrono si Kyuhyun. Aiishhh, dia semakin menggila. Di majalah A dia setengah mengakuinya, tapi di tabloid B dia malah menyembunyikannya. Maunya apa sih?! Gak Konsisten….

 

Dia adalah fans-ku….

 

*****

 

Ya~ Ai lihat ini!!” hardik seorang gadis cantik berwajah Asia yang duduk di depan Ai seraya menunjukkan sebuah artikel dari majalah langganannya.

Aku hanya ber-oooo tanpa suara ketika Soo Jin–teman Koreaku itu–memperlihatkan artikel dengan gambar Kyuhyun di dalamnya. Lagi-lagi wajahnya muncul di majalah. Hampir setiap hari aku melihat wajahnya dan itu sudah cukup membuatku gila. Sekarang malah ditambah melihat wajahnya di majalah ini dan itu, belum lagi di acara-acara musik atau talk show. Berani taruhan, dia pasti juga muncul di majalah flora dan fauna.

 

“Kenapa dia lagi sih?! Kayak gak ada artis lain ajah..,” ujar Ai sinis.

 

“Kenapa nadamu berubah jadi sinis saat mendengar berita tentangnya?”

 

“Aku hanya tidak suka dengan—,” Ai membatalkan ucapannya barusan. Dia tidak jadi melanjutkannya. Karena dia tahu, berdebat dengan ELF seperti temannya itu sama saja dengan cari mati. “Jadi kau membeli majalah itu hanya karena Kyuhyun yang berwajah jerawatan itu?”

 

Soo Jin tidak terlalu mempermasalahkan panggilan ‘wajah jerawatan’ untuk Kyuhyun dari Ai. Karena bukan Kyuhyun yang dia sukai. “Tentu saja tidak. Aku membelinya karena ada Donghae. Kalau kau mau, aku akan memberikan gambar Kyuhyun ini untukmu. Sepertinya kau punya ketertarikan pada anggota superjunior yang satu ini.”

 

“Aku..?! Suka sama cowok jerawatan itu?! Hahaha~ yang benar saja…,” seru Ai. Dia tertawa canggung–menolak asumsi temannya itu–seraya meraih cup capuchino-nya lalu menyeruputnya hingga setengah dalam satu tarikan.

 

“Aku tidak bilang kalau kau suka. Aku hanya bilang sepertinya kau punya ketertarikan lebih pada Kyuhyun.”

 

Aigoo… aku tidak seperti dirimu, Soo Jin-a. Kita ini sudah kuliah, bukan anak SMA lagi. Sudah bukan jamannya kita mengidolakan artis seperti mereka,” ceramah Ai yang sok bijak.

 

“Jujur saja… kau juga sangat tergila-gila kan sama Jung Yong Hwa cn blue. Itu artinya kau sama saja denganku, Ai sayang….”

 

“Ya… ya… ya… terserah kau saja, Soo Jin-a. Eh, tapi ngomong-ngomong apa isi artikelnya?”

 

Kali ini si artis bodoh itu akan mengatakan apa lagi ke majalah ini. Iya atau Tidak.

 

“Siapa? Artikel Donghae maksudmu…?!” tanya balik Soo Jin dengan nada menggoda.

 

“Aarrghh… haruskah aku menyebut namanya untukmu. Bukan si odong-odong, aduh siapa sih namanya tadi, ya itulah pokoknya. Tapi si itu… si muka jerawatan itu—,” ujar Ai setengah gelagapan seraya menunjuk gambar wajah Kyuhyun yang tersenyum evil.

 

“Isinya tentang album baru, popularitas, dan… ini bagian yang paling menarik. Berita pacaran Kyuhyun dengan gadis misterius itu. Hampir setiap majalah menanyai dirinya dengan pertanyaan yang nyaris sama.”

 

Benar-benar. Aku setuju denganmu, Soo Jin… hampir semua majalah bahkan infotaiment, acara talk show, semuanya menanyakan hal yang sama.

 

“Kali ini apa jawaban dia?” tanya Ai tanpa basa-basi lagi.

 

“Akh, kau benar. Dia kan selalu berubah-ubah jawabannya, membuat orang penasaran saja. Tunggu aku baca dulu..,” timpal Soo Jin–mengiyakan pertanyaan Ai secara tidak langsung. “hmmm… dia bilang—”

 

Q: Benarkah saat ini kamu sedang berpacaran dengan seorang gadis?

A : Pasti anda juga sangat penasaran tentang kebenaran berita tersebut. Saya sudah sangat sering menjawab pertanyaan ini di berbagai kesempatan. Anda tentunya sudah sangat hafal dengan formula jawaban saya (Kyuhyun tersenyum penuh misteri). Dia, gadis misterius itu  adalah fans saya. Fans terbesar saya. Hahahaha….

Q: Fans terbesar…? Kamu sedang bercanda, kan. Lalu bisakah kamu memberitahu kami seperti apa dia?

A :  Sepertinya begitu. Saya juga tidak begitu yakin, tapi saya rasa dia sudah bergabung dengan komunitas pecinta Cho Kyuhyun. Hahahaha :p Seingat saya, dia adalah seorang gadis yang manis. Tapi dia memiliki aura kegelapan yang penuh misteri dan juga sangat dingin.

Q: Jadi kamu berpacaran dengan gadis seperti itu?

A : Hahahaha…. Anda percaya dengan ucapan saya barusan? Kalimat yang terakhir itu bohong. Tolong di-cut, ya. Jangan ditulis.

Q: Saya sudah hampir setengah percaya dengan ucapanmu tadi. Baiklah. Lalu sejak kapan kalian bertemu? Tolong ceritakan pada kami pertemuan pertama kalian.

A: Sejak… sejak dia menjadi fans saya hingga akhirnya Tuhan mempertemukan kami. Pertemuan pertama kami, ya. Hmmm… saya lupa. Hahahahaha~

Q: Bagaimana mungkin kamu bisa melupakan cerita pertemuan pertama kalian? Apakah dia tidak begitu penting bagimu sampai-sampai kamu melupakannya?

A: Waaahhh… pertanyaan anda terlalu pribadi, maaf.

Q:  Kamu tidak takut akan kehilangan banyak fans setelah mereka mengetahui kebenaran bahwa kamu berpacaran?

A: Bukankah sekarang ini mereka juga sudah tahu bahwa saya sedang berpacaran? Saya percaya mereka akan mendukung saya apapun itu asalkan itu baik dan membuat saya bahagia. Saya percaya mereka.

Q: Kalau begitu apa harapan kedepanmu bersama dia?

A: Kalau saya bilang saya ingin menikah dengannya besok, pasti akan langsung menjadi headline paling top di seluruh Korea mengalahkan berita-berita yang lainnya, iya kan. Hahahaha….

Q: Hahaha sepertinya akan begitu. Kalau itu sampai terjadi, kami akan langsung meliput pesta pernikahanmu. Lalu apa kamu ingin meninggalkan pesan singkat untuknya..?

A: Pesan singkat? Hhmmm… untuk fans saya… semoga hari kalian menyenangkan. Saranghae~ hahahahaha…
Q: Itu tadi untuknya atau untuk Elf.

A: Untuk fans saya🙂

 

Apa…?! Fans..?? Dia bilang apa barusan… aku adalah fans terbesarnya…?!! Kali ini ceritanya aku jadi fans dirinya. Si artis bodoh satu itu kalau ngomong gak pake mikir kali ya!!! Seenak jidatnya ajah bilang aku fansnya, pake kata ‘terbesar’ lagi. Sial. Dan… huh… apa itu jawaban terakhirnya. Ambigu sangat.

 

“Kasihan gadis itu. Kali ini hanya dianggap fans.” Soo Jin berkomentar ringan, sesaat setelah membaca percakapan antara Kyuhyun dengan si repoter di majalah tersebut.

 

Sial. Bahkan temanku sendiri pun mengasihani nasibku yang menggantung ini. Dasar Kyuhyun, bodoh!! Kalau gak mau digosipin sama aku, kan dia bisa bilang dari awal bahwa kami gak ada hubungan seperti yang orang-orang bilang. Bukannya malah menambah panas keadaan dengan ketidakjelasan sikapnya. Umur sudah kepala 2, tapi sikap mirip anak SMA. Aku kan juga wanita. Butuh penjelasan dan kepastian. Ibarat lagu… aku juga manusia, punya mata..punya hati, jangan samakan dengan pisau belati—–.

 

Mulut Ai terkatup rapat. Matanya memicing sinis ke arah gambar Kyuhyun, seakan siap untuk melahapnya hidup-hidup. Tak banyak komentar yang keluar dari mulutnya, tidak, bahkan tak sepatah kata pun yang terlontar darinya. Dibalik saku kantung jaket model army warna hijau, tangannya mengepal keras. Dia berusaha menahan emosi sekaligus air mata yang hendak muncul kepermukaan.

 

“Aku pulang duluan, ya. Aku lupa kalau ada janji lain hari ini. Bye…,” ujar Ai seraya meraih tas kulit warna coklat dari atas bangku. Sedangkan Soo Jin hanya diam terpaku melihat Ai pergi meninggalkannya.

 

“Oh.. Ok. Bye~”

 

Di tengah perjalanan pulang, Ai merutuki segala hal yang telah terjadi selama ini. Dasar Cho Kyuhyun bodoh!!! Huh… fans. Apa itu fans. Aku bukan fansmu, tahu!!! Angin meniup rambutnya yang tergerai indah, sekaligus membawa pergi setiap rangkaian emosi dalam benaknya.

 

*****

 

Karena itu kau marah padaku. Karena aku bilang bahwa kau adalah fansku?

 

Si bodoh itu hanya mengirimiku sebuah pesan singkat. Hupft… bahkan tidak ada kata ‘maafkan aku’. Cari mati dia.

 

Aku sudah membaca majalah **** edisi yang ada wajah jelekmu itu. Kau pikir aku ini apa?! Di sana bilang begini lalu di sini bilang begitu. Apa itu fans..?! Sejak kapan aku mendaftar sebagai fansmu?

 

Sejak Tuhan mempertemukan kita. Kenapa? Kau tidak suka menjadi fansku…? Atau kau ingin aku bilang pada dunia bahwa kau adalah pacarku…?! Baiklah, di acaraku episode selanjutnya, aku akan bilang kalau kau adalah pacarku….

 

Kali ini ide gila macam apa yang dilontarkan oleh si bodoh itu. Sepertinya, akhir-akhir ini dia terlalu banyak minum soju jadi ucapannya sama sekali tidak bisa dikontrol. Mengakui apa… pacar apa…. Salahku juga mengikuti permainan gila seorang artis bodoh macam dirinya.

 

Ai menatap layar ponselnya, memilih untuk tidak membalas pesan Kyuhyun barusan. Dia meletakan ponselnya di atas meja kecil samping tempat tidurnya. Sedangkan dirinya sibuk mencari posisi yang enak untuk menikmati tidur malamnya.

 

Good night~!!

 

Tapi baru lima menit mata Ai terpejam, tiba-tiba ponsel silvernya bernyanyi nyaring. Alunan lagu cn blue terdengar memenuhi setiap sudut kamarnya yang kecil. Hyaaa… aku kan mau tidur. Siapa yang mengganggu tidurku. Sial.

 

“Halo—” sapa Ai, kesal.

 

“Mau tidur, ya?” sahut suara di seberang sana.

 

“Iya. Menurutmu….”

 

“Ok. Aku hanya ingin bilang bisakah kau meluangkan waktumu seharian besok. Aku ingin bertemu denganmu.”

 

“Hhhmm… sepertinya aku juga harus mengatakan suatu hal padamu. Baiklah. Kita bertemu dimana?”

 

“Jam 10 di kafe ppororong. Dan… selamat tidur—-.”

 

Di lain tempat…

Kyuhyun langsung menutup telfonnya tanpa basa-basi lagi. Aargh… seharusnya tadi aku tidak bersikap seperti itu. Bodoh!! Kyuhyun merutuki dirinya dibalik selimut tebal corak sapi miliknya.

 

*****

 

Kafe ppororong

Jam 10 lebih 15 menit. Cari mati dia! Ai yang mengenakan setelan kaos longgar dengan skinny jeans dipadu jaket army warna hijau kebanggaannya itu melirik jam tangannya dengan kesal. Sudah 15 menit dari waktu yang dijanjikan, tapi batang hidung Kyuhyun belum terlihat sama sekali. Dia terlambat.

 

Uh-oh.. Itu dia. Cho Kyuhyun. Tapi kenapa dia berpakaian seperti itu? Lagi-lagi topi baseball dan hoodie berwarna hijau.

 

“Maaf aku terlambat..,” ujar Kyuhyun seraya menarik sebuah bangku di depan Ai persis.

 

“Kau tahu sudah berapa lama ini?”

 

Sedetik Kyuhyun melihat jam di ponselnya, lalu menjawab pertanyaan Ai dengan sedikit rona kekhawatiran. “Hhhmm… sekitar 15 menit, sepertinya.”

 

“Tepat sekali. Lalu apa alasanmu?”

 

“Tidak ada”. Kyuhyun menjawab santai.

 

What the sompret!! Ini cowok sepertinya belum pernah merasakan dicium high heels 7 senti. Ai melirik sinis Kyuhyun sembari membenahkan posisi duduknya.

 

“Lihat ini apa yang kubawa dan~ hentikan tatapan sinismu itu….”

 

Sontak Ai mengalihkan pandangannya ke arah benda yang sedang ditunjuk oleh Kyuhyun. Sebuah, tidak, bukan sebuah tapi beberapa lembar benda berwarna kuning dengan angka dan huruf tertera di dalamnya. “Tiket bioskop? Untuk apa kau beli sebanyak ini?”

 

Satu, dua, tiga…. Dalam hati, Ai menghitung lembaran tiket bioskop yang ada di atas meja dengan heran. Kyuhyun ternyata membeli hampir semua tiket film yang sedang tayang di bioskop hari ini. Mulai dari film Korea hingga film hollywood. Dia membelinya bahkan dari genre horror sampai genre action.

 

“Cepatlah kau pilih film mana yang paling bagus menurutmu lalu temani aku menontonnya,” ujar Kyuhyun dengan nada setengah memerintah.

 

“Ciihh… kau pilih saja sendiri, lagipula kenapa aku harus menontonnya bersamamu?” protes Ai seraya mendorong semua tiket yang berjejer rapi itu ke arah Kyuhyun. Lalu dengan melipat kedua tangannya di depan dada, Ai menyender ke belakang–mengacuhkan Kyuhyun.

 

“Sudahlah pilih saja. Jangan banyak protes. Atau aku saja yang pilih, gimana?!” Kyuhyun mulai mengetuk-ketukan jarinya di meja. Bola matanya berputar-putar mencari film apa yang cocok ditonton olehnya dan Ai. Mulutnya sibuk berkomat-kamit bak seorang dukun yang sedang membaca mantra cinta untuk kliennya.

 

Sedangkan Ai sibuk memperhatikan tingkah Kyuhyun, si ikon K-pop itu. Matanya mengikuti setiap gerak tubuh Kyuhyun yang sedang kebingungan memilih film. Lucu. Ai membatin sambil tetap melihat sosok artis yang harus diakuinya memang cukup ganteng itu.

 

“Sudah kuputuskan. Yang ini saja!!” seru Kyuhyun sambil mendorong sebuah tiket keluar dari barisan tiket lainnya.

 

“Heh? Film ini…!? Kau serius?” Suara Ai terdengar takjub bercampur heran saat Kyuhyun memilih sebuah tiket film yang jauh dari bayangannya. Seharusnya dia tidak memilih film itu….

 

“Kenapa? Aaaa… apa tadi kau sempat berpikir bahwa aku akan memilih film horror atau komedi romantis? Hahahaha… Aku tidak suka melakukan hal yang sudah biasa dilakukan orang.” Kyuhyun berkomentar ringan seraya menyingkirkan tiket-tiket ‘kurang beruntung’ yang ada di hadapannya, lalu mengambil tiket yang dipilihnya tadi. Dia melihat waktu pemutaran film yang tertera di tiket itu. “Jam 12.45! Ayo kita pergi sekarang.”

 

“Tapi kan masih jam 12.45 tayangnya.”

 

“Kau kira dari sini ke sana itu dekat..?! Lagipula aku juga tidak bawa mobil, jadi kita harus naik bus. Sudahlah, dari tadi kau protes terus,” jawab Kyuhyun seraya meraih tangan Ai lalu menggandengnya keluar dari kafe.

 

 

Di dalam bus…

“Kau tahu, kau seharusnya bersyukur pada Tuhan hari ini.” Kyuhyun membuka percakapan sesaat setelah mereka naik bus.

 

“Tentu saja. Aku bersyukur karena masih diberikan nafas hingga sekarang,” komen Ai sambil menatap keluar jendela. Langit. Dia amat sangat bersyukur pada Tuhan. Tulus.

 

“Itu juga. Tapi kau juga harus bersyukur karena bisa pergi denganku hari ini. Asal kau tahu… banyak gadis yang ingin pergi denganku,” ujar Kyuhyun. Jiwa narsisnya mulai muncul, lagi. Dia tersenyum senang diselingi sedikit tawa bangga.

 

Dia tersenyum. Manis. Ai menoleh, memandang Kyuhyun yang tengah tertawa bangga seperti orang gila. Bahkan artis sok cakep itu tidak menyadari kalau sedang diperhatikan oleh orang-orang. “Hei, hentikan tawamu. Semua orang sedang melihatmu, bodoh.” Ai menyikut perut Kyuhyun, pelan.

 

Kyuhyun sontak menghentikan tawanya, lalu beralih menatap balik Ai yang duduk disampingnya–dekat jendela. “Tidak akan ada yang tahu kalau aku ini adalah Cho Kyuhyun, orang paling ganteng no 2 di superjunior. Tenang saja.”

 

“Hmm… tapi aku tidak terlalu yakin dengan ucapanmu barusan.”

 

Bus pun melaju dengan kecepatan normal ditengah rutinitas jalanan Seoul yang tak pernah bisa dibilang sepi, tapi juga tak seramai Jakarta. Kyuhyun beruntung karena hari ini terlihat sangat cerah jika dibandingkan dengan hari-hari yang lalu. Hari yang tepat untuk pergi bersama Ai. Hari yang tepat juga untuk memberikannya sebuah kejutan istimewa.

 

Ya… bangun. Sudah hampir sampai.” Ai menggoyang-goyangkan badan Kyuhyun yang sedang tertidur pulas dengan kepala menyender di pundak Ai. “Ya~ bodoh, cepat bangun!! Atau aku akan memukulmu,” ancam Ai. Dia sudah bersiap mengambil ancang-ancang hendak memukul Kyuhyun.

 

Kyuhyun menggeliat, terbangun, sesaat sebelum sebuah kepalan tinju mendarat di perutnya. Dia mengucek-kucek matanya yang masih terlihat mengantuk itu, kemudian melempar pandangannya keluar jendela–memastikan sudah ada dimana mereka. Dan benar saja, tidak sampai 5 menit bus pun berhenti disebuah halte yang letaknya persis di seberang gedung bioskop xx.

 

“Sudah sampai. Ayo turun!!” ajak Kyuhyun seraya menggandeng tangan Ai, lagi.

 

*****

 

“Aku mau yang itu,” ujar seorang gadis Korea berambut panjang wavy sebahu dengan nada manja ke seorang pria tinggi yang ada di sampingnya. Tangannya menunjuk sebuah gambar di daftar menu yang tergantung di atas.

 

“Kau mau itu? ” tanya si pria itu, memastikan kembali pesanan pacarnya. Tanpa jeda sepersekian detik, sang pacar menggangguk disertai wajah aegyo-nya. “Baiklah. Aku pesan dua,” ujar pria itu ke kasir wanita yang ada dihadapannya.

 

Di saat yang bersamaan, Kyuhyun sedang mencoba membujuk Ai untuk membeli makanan dan minuman yang dia suka. Tapi Ai terus saja menolak tawaran Kyuhyun itu, padahal mereka sedang mengantri giliran.

 

“Bisakah sehari saja kau bersikap seperti gadis di depan sana?” Kyuhyun menunjuk gadis Korea yang tengah berbincang dengan pacarnya sambil menunggu pesanan mereka datang.

 

Ai melongo. Kaget. Dia memandang Kyuhyun yang berdiri di samping kanannya itu. “Kau menyuruhku untuk bersikap aegyo sepertinya?”

 

“Aku tidak menyuruhmu untuk bersikap aegyo, tapi aku memintamu untuk bersikap manis. Itu saja.”

 

“Tidak mau…,” jawab Ai, ketus seraya membuang pandangannya ke depan.

 

Kyuhyun sedikit memajukan badannya ke arah Ai. Senyaman mungkin, dia mendekatkan wajahnya lalu berbisik, “Ya ampun. Bisa tidak sehari saja kau tidak bersikap begini? Hari ini saja, kau mau bersikap manis dan mendengarkan ucapanku. Ok..?”

 

Belum sempat Ai menjawab, pasangan Korea tadi pergi. Itu artinya giliran mereka untuk memesan makanan atau minuman. Cukup lama mereka bertengkar, meributkan makanan yang akan dipesan sampai-sampai si kasir wanita itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil melihat pasangan tidak harmonis, Ai-Kyuhyun. Dia membandingkan pasangan itu dengan pasangan sebelumnya.

 

Dan ternyata mengalah itu suatu pekerjaan yang sulit untuk dua orang anak muda yang punya sifat keras kepala. Butuh waktu nyaris 5 menit hanya untuk membeli popcorn caramel ukuran large, secup cola dan hot chocolate. Waktu yang terbilang sangat lama dibandingkan saat mereka pergi menonton film dengan teman masing-masing. Tapi untungnya, mereka tidak harus terlalu menunggu lama karena film sudah siap untuk diputar.

 

Popcorn rasa caramel dan semua yang berbau chocolate adalah kesukaannya.

 

*****

 

Kencan. Itu adalah sebuah pekerjaan yang sulit didapatkan oleh artis sekaliber Kyuhyun saat ini. Dia bersama teman-temannya bisa saja dengan mudah mendapatkan kontrak ini itu dari manajemennya, tapi untuk urusan yang satu itu bisa dibilang kontrak yang paling sulit untuk didapatkan walaupun hanya semenit. Bahkan jika pimpinan manajemennya turun tangan sekalipun belum tentu bisa didapatkannya. Ya… pekerjaan yang satu itu memang butuh perjuangan dan persiapan matang untuk meraihnya. Hanya Kyuhyun seorang yang bisa melakukannya, tidak ada perwakilan.

 

Sudah hampir seharian ini, Kyuhyun dan Ai pergi bersama–menikmati hidup di kota Seoul yang indah. Nonton film, makan siang bersama, jalan-jalan di pasar kesenian, foto box, makan tteokppokki, dan terakhir main di Lotte World sampai puas. Siapa yang tidak akan iri jika melihat seorang Ai bisa melakukan itu semua bersama si idola nasional itu, Kyuhyun.

 

Hari pun semakin malam. Mentari sudah tenggelam diperaduannya sedari tadi, bergantikan gulita malam bermandikan cahaya bulan. Lampu-lampu kecil yang dipasang di setiap pohon sepanjang jalan trotoar juga ikut meramaikan suasana kota Seoul. Sepanjang jalan ada banyak toko dan café yang ramai dikunjungi pengunjung. Banyak juga pasangan muda-mudi Seoul yang memadu kasih di jalan trotoar–berjalan sambil bergandengan tangan dengan mesra. Dan dari sekian banyak pasangan romantis malam itu, ada pasangan yang bahkan dari kejauhan pun bisa ditebak kalau hubungan mereka sedang tidak akur. Meski begitu ternyata diam-diam dalam hati, mereka sangat sangat menikmati perjalanan itu. Tunggu… perjalanan?? Bukan. Kyuhyun lebih suka menyebutnya dengan kencan seharian. Dia sudah merencanakannya sejak lama, hanya saja belum menemukan momen yang tepat untuk mengajak Ai keluar seharian.

 

Sepanjang jalan, Kyuhyun menutupi nyaris sebagian wajahnya hanya dengan sebuah topi baseball. Sedangkan Ai berlenggang santai di samping Kyuhyun sambil memakan es krim coklatnya. Tidak sedikit pasang mata yang memperhatikan Kyuhyun-Ai saat melewati pasangan itu.

 

“Tidakkah pria itu terlihat mirip dengan Kyuhyun superjunior?” bisik seorang wanita berkaos hello kitty ke teman prianya.

 

Kyuhyun sadar, kali ini posisinya dan juga Ai sangatlah berbahaya. Mereka berjalan dengan santai di antara belasan pasangan lain. Dia pun tahu kalau sedang diperhatikan, dipertanyakan. Sosoknya terlalu mirip dengan Kyuhyun superjunior meski dia sudah menutupi sebagian wajah gantengnya. Bukan salah Tuhan yang sudah menciptakan makhluk sesempurna dirinya. Salahnya, kenapa orang begitu cepat mengenali dirinya.

 

“Ya~ apa kau tidak merasa kalau semua orang memperhatikan kita?” bisik Ai tanpa memandang Kyuhyun. Dia tetap berjalan sambil menjilati es krim coklatnya dengan nikmat.

 

“Sepertinya mereka mengenaliku.” Kyuhyun menjawab dengan santai. Dia sadar dengan situasi saat itu. Bahkan jauh sebelumnya, dia sudah mempertimbangkan segala konsekuensi yang akan terjadi selanjutnya.

 

Kali ini aku akan membuktikannya. Tak akan pernah kubiarkan dia terluka atau pun menangis karena diriku. Karena kebodohan dan juga gengsiku.

 

“Kau bercanda ya. Bukannya kau sudah menyamar. Bagaimana mungkin mereka masih bisa mengenalimu?” protes Ai, bingung.

 

“Itulah hebatnya mata warga Korea. Kebanyakan makan kimchi dari kecil, jadi ya seperti itu.”

 

“Lalu harus bagaimana?? Aku tidak mau mati konyol di sini hanya gara-gara kepergok jalan sama kamu.”

 

“Tidak akan kubiarkan kau mati konyol di sini,” jawab Kyuhyun dengan kharisma yang dibuat-buat.

 

“Gimana kalau kita kabur?” usul Ai yang seketika langsung berhenti tepat di depan Kyuhyun. Dia mendongak–mencoba untuk melihat wajah Kyuhyun yang tertutup topi itu.

 

Tanpa basa-basi, sebuah jitakan pelan mendarat di ubun-ubun Ai. Jitakan pelan dari Kyuhyun.

 

Ai mengerang kesakitan. Lalu sambil memegangi kepalanya, Ai berkata, “Kenapa kau menjitak kepalaku? Apa salahku?”

 

Kyuhyun menatap mata Ai dari balik topi baseballnya. Dia memandang tingkah Ai yang sedang mengelus-elus ubun-ubunnya. Dan tanpa dikomando, tangan Kyuhyun perlahan membelai kepala Ai dengan lembut seraya berkata, “Sakit ya? Maafkan aku.” Sebuah senyum manis penuh kharisma tersungging tipis di sudut bibir Kyuhyun.

 

Ai terpaku mematung. Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja dia berubah seperti ini? Tangannya gemetar. Sedangkan jantungnya berdegup tak karuan saat tangan Kyuhyun menyentuh kepalanya. Dia, pria pertama yang membelai rambutku selain ayahku. Kyuhyun, Cho Kyuhyun….

 

Kyuhyun pun melepaskan topi baseball warna hitam dari atas kepalanya seraya menyeringai kecil lalu disematkannya topi itu ke kepala Ai hingga nyaris menutupi sebagian wajah mungil gadis itu. Mata mereka saling menatap, intens. Sedetik kemudian, tangan kanan Kyuhyun menyentuh tengkuk Ai sedangkan tangan kirinya menggenggam lembut salah satu tangan gadis yang tingginya hanya sebatas bahunya itu. Ditariknya badan Ai–mendekat ke arahnya, membuat jarak antara mereka semakin dekat hingga mereka bisa saling merasakan deru nafas masing-masing. Dan… CUP!! Sebuah ciuman lembut mendarat tepat di bibir Ai.

 

Mata Ai terbelalak kaget, perasaannya campur aduk tak karuan. Apa-apaan pria ini, batin Ai. Tapi dia suka. Jantungnya berdetak cepat saat bibir Kyuhyun menyentuh bibirnya. Seperti es krim yang ada digenggamannya, hatinya pun meleleh begitu saja. Untung kemarin aku gak makan bawang merah banyak-banyak. Perlahan namun pasti, Ai memejamkan matanya. Dia menikmatinya. Romantis, seperti dalam cerita drama kebanyakan.

 

Sedangkan orang-orang yang lalu-lalang di sekitar pun tak kalah kaget dengan tindakan frontal Kyuhyun, diikuti oleh riuh rendahnya sorakan para penonton.

 

“Itu Cho Kyuhyun superjunior!!!” teriak sebagian besar pejalan kaki yang melewati mereka.

 

“Benar. Itu Kyuhyun superjunior. Dia mencium gadis itu…!!” ujar yang lain tak kalah seru.

 

“Kyaaa~ siapa gadis itu?!” pekik segerombolan remaja berumur 17an.

 

Daebak!!! Dia sangat berani..!!!” celoteh seorang wanita pada pacarnya lalu diikuti oleh anggukan orang-orang yang mendengarnya.

 

Ada pula para fotografer dadakan yang sibuk mengabadikan momen besar itu. Kilatan cahaya blitz kamera ponsel beramai-ramai menghujani tubuh dua makhluk Tuhan itu.

 

“Sepertinya besok pagi kita akan menghiasi halaman depan setiap majalah dan portal internet,” bisik Kyuhyun dengan santainya, sesaat setelah melepaskan ciuman dadakannya itu. Lalu, ditariknya tangan Ai, pergi menjauh–meninggalkan kerumunan orang-orang itu seraya menyunggingkan senyum kecil di wajahnya. Mereka mengakhiri kencan sehari mereka dengan ucapan ‘selamat’ yang terucap dari semua orang diikuti dengan tepuk tangan bahagia. Meskipun ada juga yang menolak mengakui kejadian itu.

 

*****

 

Ya~ Kyuhyun… kenapa semalam kau menciumku tanpa ijin?”

 

“Mulai sekarang kau harus memanggilku Kyuhyun oppa!!”

 

“Aku sedang bertanya kenapa semalam kau menciumku tanpa ijin?? Jangan mengalihkan topik.”

 

“Itu karena… semalam es krim yang belepotan di bibirmu itu minta dibersihkan. Suruh siapa makan es krim belepotan kemana-mana.”

 

“Apa?! Jadi… kau… kau menciumku karena…!! Kau kan bisa membersihkannya dengan tisu!?”

 

“Aku tidak berdaya. Es krim di bibirmu itu terus-menerus menarikku, gimana dong.”

 

Ya~ Cho Kyuhyun!!!”

 

 

–The End–

 

 

 

By Olipayoe as author

 

4 Tanggapan to “SWEET ATTACK page 5 (마지막 회)”

  1. sikesixe 17 November 2011 pada 09:45 #

    Kya kya kya,,,page 5nya udah di publish…*histeris
    baru bangun dari tidur panjang(?), langsung melek+semangat 45 buat bacanya..
    Saya baca ini sambil senyum-senyum gaje chingu, berasa baca fanfic humor..hehe
    Ai makin kurang ajar *asah golok* masa wajah sesempurna kyuhyun di masukin ke majalah flora fauna? pake ngatai cowok jerawatan lah, artis bodoh lah, trus napa abang ikan dibilang odong-odong? Ih gemes deh..
    “What the sompret!! Ini cowok sepertinya belum pernah merasakan dicium high heels 7 senti. Ai melirik sinis Kyuhyun sembari membenahkan posisi duduknya.” —> sumpah kalimat ini bikin ngakak sampe guling-guling(?)
    Itu si Ai kayaknya bener-bener pengen dicemplungin ke sumur deh,,masa abang kyuhyun udah cape-cape nyamperin kerumahnya, bawain bunga, kedinginan ampe menggigil,,gak disuruh masuk trus buatin teh anget kek, Eh malah di usir?? kasian *peluk kyu*
    Kyuhyun disini sweet banget, ga kliatan evilnya..brani banget nyium gadis di tengah-tengah keramaian kota Seoul yang indah(?) apalagi kalimat yang ini—>”Kyuhyun menatap mata Ai dari balik topi baseballnya. Dia memandang tingkah Ai yang sedang mengelus-elus ubun-ubunnya. Dan tanpa dikomando, tangan Kyuhyun perlahan membelai kepala Ai dengan lembut seraya berkata, “Sakit ya? Maafkan aku.” Sebuah senyum manis penuh kharisma tersungging tipis di sudut bibir Kyuhyun.” beuuh bener-bener bikin mimisan,,,
    Ai Ai kemane aje sih lo!! gregetan deh, baru sadar lo, kalo senyuman si epil satu ini bikin ngefly? Ga tau ya? Ga tau Internet ya? NDESO!! *napa jadi tukul?
    Oke. komen saya udah mulai ngaco, dari pada ngelantur kamana-mana di sudahi aja.
    kesimpulanya ni part sukses bukin senyum-senyum gaje&ngefly, dan tentu aja tulisanya enak banget buat dibaca, feelnya dapet, ga bikin bingung juga,,Pokoknya DAEBAK!!
    Maaf kalo komen saya ini puanjang&gaje, maaf juga klo ada perkataan yang salah^^
    Next part amat sangat di tunggu chingu,,sekian dan terimakasih *deep bow

  2. Nisha_Gaem407 11 Desember 2011 pada 04:43 #

    Aku sk😀
    Ceritanya keren bgt… Hoho

  3. addadeh 24 Desember 2011 pada 02:04 #

    anyeong…. aq bru pertama nih maen k blog ini
    pas bca part 1 d sjff kirain ga ada lanjutanny, ehh pas aq tanya sma om google ternyata ada
    seruuu ceritanya, kyu ny walaupun evil tp kok tetep manissss bgt ke-evil-annya(?), bikin senyum” geje trus adegan kissingny mengingatkan aq pd princess hours #eeeaaaaa~~ apalgi yg jd cast ny Kyu… ahahahhaa…

  4. olipayoe 6 Maret 2012 pada 11:29 #

    thanks buat kalian udah mau baca fanfic-nya!!!ditunggu ya karya selanjutnya hehehe🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: