Diskusi Komik ala Angkringan Komik

23 Des

Poster angkringan _ sosmed (FIX) (1)

Mesin waktu.

Ingat Sailormoon atau Doraemon? Hampir semua generasi 90-an, seperti saya tentunya, dibesarkan dengan sederetan judul komik Jepang yang memang pada masa itu budaya pop Jepang sedang berjaya di Indonesia melalui komik dan anime-nya. Kemudian, saat era 90-an berakhir dan berganti menjadi era millenium, budaya pop dari negara lain pun semakin giat memasuki Indonesia, misalnya saja Korea. Tidak hanya drama, pada masa itu pun kita sudah bisa melihat komik-komik dengan nama komikus asal Korea meski jumlahnya belum banyak dan masih berada di rak yang sama dengan komik Jepang. Tentu saja fenomena masuknya budaya asing ke Indonesia tersebut, khususnya komik, membuat perjalanan komik-komik Indonesia semakin tertatih-tatih di negara sendiri.

Back to … 2014.

Tapi menurut saya pribadi, yang namanya fenomena pasti mengalami perubahan. Begitu pula dengan tren, yang sebenarnya dibuat oleh orang dari kalangan industri itu sendiri. Dan pada 2014, perubahan terjadi di peta perkomikkan Indonesia. Dan, sebagai pemain baru di dunia perkomikkan Indonesia, Bentang Komik tentu saja tidak ingin menutup mata juga telinga tentang wacana tersebut. Karena itu di penghujung tahun ini, Bentang Komik – salah satu sub lini Bentang Pustaka – mengadakan diskusi ringan tentang komik dengan para komikus lokal wilayah Jogjakarta dan sekitarnya.

Pada Jumat lalu (19/12/14) bertempat di kantor Bentang Pustaka (Patung Kuda Park), diskusi ringan yang dinamakan Angkringan Komik tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 35 orang komikus. Angkringan Komik edisi perdana kali ini mengangkat tema “Geliat Komik Indonesia di Tahun Kambing Kayu” dengan dua pembicara, yaitu Ahmad ‘Kickers’ Arsyad dan Ismail ‘Sukribo’. Di bawah guyuran hujan dan sempat molor sekitar 20 menitan (yah, seperti biasa … sangat jarang saya bisa menemui acara yang tepat waktu) diskusi yang dimoderatori oleh admin Ngomik.com awalnya berlangsung satu arah. Saat itu, ‘Kickers’ Arsyad dan Ismail ‘Sukribo’ secara bergantian menceritakan perjalanan mereka dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini. Menurut saya, mereka berdua adalah salah dua dari sekian banyak contoh nyata komikus yang berangkat dari komik media massa atau medsos/portal komik online dan sukses dengan maskotnya masing-masing.

Pada sesi kedua, diskusi menjadi lebih seru karena terjadi komunikasi dua arah. Para peserta yang datang akhirnya diberi kesempatan untuk tanya jawab langsung dengan kedua pembicara. Selama kurang lebih satu jam berbagai macam pertanyaan diajukan oleh para peserta. Mulai dari pertanyaan tentang kapan sukribo dijadikan buku hingga berbagi tips bagi komikus yang ingin menembus penerbit. Diskusi semakin hangat dan kekeluargaan ketika satu gerobak angkringan datang di tengah sesi kedua.

Dari Komik Online Menjadi Komik Cetak.

Saat mengikuti jalannya acara Angkringan Komik, saya berpikir bahwa kebangkitan komik Indonesia semakin terasa di semester awal 2014 (mohon koreksi kalau saya salah), seiring dengan jaringan internet yang meluas serta penggunaan facebook yang juga semakin familiar. Ditambah lagi portal-portal komik online yang kini menjadi salah satu wadah baru para komikus untuk menunjukkan karyanya ke publik hingga akhirnya mendapat pengakuan dan apresiasi seperti yang diharapkan. Menurut saya, dengan munculnya facebook atau portal komik online justru membangun sistem baru yang tentu saja bisa dipilih oleh para komikus pemula untuk mengembangkan karya. Tidak melulu harus melalui sistem lama, yaitu membuat karya dan dikirimkan ke penerbit lalu menunggu jawaban sampai lumutan.

Sebut saja komik Tuti and Friends, Grey and Jingga, dan Arigato Macaroni!. Mereka adalah bukti nyata bahwa sistem baru sudah berlaku. Mereka besar dari komik online, lalu sekarang berubah menjadi komik cetak dan semakin dikenal luas. Begitu pula dengan komik The Last Kickers karya Ahmad ‘Kickers’ Arsyad. Berawal dari komik yang terbit berkala di portal komik online, Harian Jogja, serta Solo Pos dan sekarang sudah diterbitkan versi cetaknya oleh Bentang Komik.

Yaaah … bagi saya, facebook atau portal komik online itu agak mirip survival game. Niat, konsistensi, dan karya bagus-lah yang bisa bertahan di sana, sedangkan sisanya akan tenggelam.

2015.

Menutup sesi kedua sekaligus acara diskusi Angkringan Komik (dan juga tulisan saya kali ini), ada satu pertanyaan yang diajukan oleh salah satu peserta acara Angkringan Komik Jumat lalu dan masih saya ingat. Kira-kira seperti ini pertanyaannya:

“Seperti apa tren komik di 2015?”

“Kemungkinan tahun depan komik-komik bertema silat seperti pendekar tongkat emas akan berjaya, meski tidak menutup kemungkinan genre lain akan tetap dilirik,” ujar Ahmad ‘Kickers’ Arsyad.

Sedangkan menurut Ulil, salah satu editor komik di Bentang Pustaka, “Tahun depan akan ada banyak komik bertema silat dan superhero seiring dengan munculnya film-film bertema sejenis. Selain itu, akan ada juga komik-komik yang berasal dari film atau games.”

Oke. Bagi para komikus yang sedang dan akan membuat komik untuk 2015 … sudah ada bocoran nih tentang tren komik untuk tahun depan. Tapi, ingat! Sebenarnya, tren itu dibuat oleh kalangan industri itu sendiri. Selain itu, kini para komikus Indonesia tidak perlu lagi mengubah namanya menjadi kejepangan atau merasa terancam di tanah sendiri karena gempuran komik asing. Mari kita sukseskan dunia komik Indonesia! Dan, secara keseluruhan acara Angkringan Komik terbilang sangat menarik. Apalagi, Bentang Pustaka memang menyediakan makanan khas angkringan secara gratis, sesuai dengan nama acaranya.

Ditunggu acara menarik selanjutnya dari Bentang Pustaka dan Bentang Komik🙂

-Olipayoe-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: